Tukang Becak Naik Haji… (Must Read)

Suatu hari saat pelajaran Agama, Bu Atun(Guru agama) di SMA kelas 2 kalau tidak
salah. “Di Kebumen ada lho tukang becak yang naek haji karena jual kayu jati. Masuk Ratih TV( TV lokal Kab.Kebumen) juga lho? Orangnya kalau narik becak ongkosnya ga’ pasang tarif tapi seikhlasnya dari yang nyewa. Sering di Kauman(Masjid Agung Kebumen), tutur Bu Atun. Cerita tersebut dituturkan pada sekitar tahun 2006-2007.

Pada akhirnya cerita itu cuma terngiang-ngiang dalam pikiran saya. Jadi inget kalau Sering nonton Serial Wisata Hati yang biasanya di galang oleh Ust.Yusuf Mansyur sering kali menampilkan kisah-kisah miracle(keajaiban) yang ada di sekitar kita tentang Karunia Allah SWT kepada Hamba-Nya. Ya, dalam hati saya berujar kalau itu kan di TV, masa iya aku liat yang begituan (setengah tidak percaya). Ngomong-ngomong soal kauman, temen saya punya kos-kosan di deket kauman Ke Kebumen. Jaraknya cuma 10 m dari masjid, sebelah selatannya.

Hampir tiap hari saya sering main kesitu untuk sekedar ngilangin bosen atau sharing soal komputer dsb dengan Mas Bayu (Admin Kos-kosan) dan para penghuni kos lainnya. Sejak 2007 saya sering kesitu. Karena di kos punya aturan “kalau adzan harus ikut jamaah. Wajib bagi seluruh warga(baik yang menginap ataupun tamu). Jadilah sering sholat bareng di Masjid.

Karena sering disitu otomatis saya sering ngliatin orang-orang yang ikut jamaah di Masjid Agung Kebumen. Lama-lama hafal juga sama orang-orang yang aktif jamaah di situ. Jadilah investigasi ke tukang becak naik haji berlanjut. Saya perhatikan muka dan perawakan satu-satu secara sambil lalu kira-kira yang mana yang cocok dengan asumsi saya.

Akhirnya menjurus kepada seorang yang sudah renta, tukang becak, sering pakai sorban dan peci putih. Namun setelah saya membuat kesimpulan bahwa orang inilah tukang becak naik haji itu saya belum pernah mengkonfirmasikan kepada sang tertuduh hingga sekian lama. Hampir 2 tahun lebih…(ngapain aja ya ampe 2 tahun).
Akhirnya tadi sore setelah saya ikut kuliah jam 1 sayapun seperti biasa meluncur ke Masjid Kauman (saya seneng disini karena tempat wudlu banyak ga’ antri dan tempat shalatnya luas, bikin lega rasanya). Saat ketempat wudlu saya liat pak tukang becak yang saya tuduh naik haji sedang ganti baju di situ. Saya wudlu di sampingnya saat dia melepas baju koko untuk diganti kaos oblong.

Saat wudlu, dalam hati saya ingin sekali nanya tapi gimana ya nanyanya?. Karena penasaran udah di ubun-ubun dan cuma berdua aja (kata para ahli kalau ngomong 4 mata itu lebih bagus kalau soal pribadi). Jadilah saya bertanya…
Saya : “pak, apa bapak dah naek haji?”
Bapak Tukang Becak : ” sudah”(sambil tersenyum lebar :))
Saya : “apa bapak jual kayu jati buat ongkos haji?”
Bapak Tukang Becak : ” iya”(sambil tersenyum lebar :))
Saya : “Pernah Masuk Ratih TV juga khan?”
Bapak Tukang Becak : ” iya, koq tau “(sambil tersenyum lebih lebar dari sebelumnya:D)
saya : “bu guru agama saya yang cerita waktu masih SMA”
Bapak Tukang Becak : “dari desa mana kamu?”
saya : “kedungwinangun, pak?. Kenalkan nama saya rido”
Bapak Tukang Becak : “saya Tugio, nama hajinya Ahmad Solihin”(itu seinget saya lho? kalau salah nama maafin ya? ;))
Saya : “saya duluan ya pak? belum shalat.”
Bapak Tukang Becak : ” Silahkan-silahkan”
Subhanallah? Saya ketemu langsung sama Tukang Becak naek Haji, salaman dan kenalan tentunya. Hapir tiap hari sahalat bareng tapi belum tau pasti. Pastinya setelah tau ya jadi lebih kagum aja. Ada lagi lho….

Keunikan Pak Tukang Becak ini adalah
1. Tak Pasang Tarif kalau narik becak(kata Bu guru saya)
2. Sering narik becak keliling kota kebumen(saya liat sendiri)
3. Kalau shalat selalu di shaf(barisan) paling depan, datang awal, pulangnya akhir (liat langsung)
4. Abis shalat setelah ganti baju untuk narik becak wudlu lagi sebelum
meninggalkan masjid (suatu hari saya telat datang untuk jamaah. Saya lihat dia sedang wudlu saat jamaah Shalat Ashar sudah selesai, setelah selesai wudlu saya ajak  dia jamaah. Tapi dia menolak, “saya udah sholat mas?” jawabnya. ubhanallah?)

Setelah pulang kerumah dan cerita ke adik dan ibu saya, eh… ternyata dia bapak dari temen adik saya. Tak menduga sebelimnya! Saya Puas Penasaran saya sudah terobati!

Semoga Bermanfaat dan menginspirasi kita semua… Amien?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: