Archive for ‘renungan hidup’

25/04/2011

Virus-virus yang merusak masa depan kita dan cara mengatasinya(solusinya)

Terima kasih anda masih setia mengikuti blog ini. Sesuai janji saya di posting sebelumnya. Maka berikut ini sederet daftar virus mental yang perlu anda ketahui lengkap dengan resep obatnya..

  1. Mental Pemalas.
    “Perubahan apa yang anda harapkan dari mental seorang pemalas?”
    Mental pemalas, tidak akan menolong anda dalam mewujudkan impian anda. Mental malas hanya akan menarik anda ke dalam situasi kehidupan yang suram. Tidak ada tindakan, tidak ada keteraturan, dan tidak ada tujuan.
    Solusinya,

    bangun motivasi diri anda. Hidupkan imajinasi anda. Kumpulkan segala hasrat positif dalam diri anda. Cari sesuatu yang benar-benar ingin anda wujudkan. Lalu biarkan hasrat positif merasuki diri anda, sehingga perasaan itu mampu menggeser mental pemalas tersebut.
  2. Tidak Mau Usaha. Kebanyakan orang hanya bisa memuji keberhasilan seseorang. Sambil berharap bahwa seandainya iapun bisa mencapai keberhasilan yang sama. Tanpa adanya usaha yang mendukung terciptanya keinginan itu. Hanya sebatas ingin. Saya berharap ini tidak terjadi pada anda.
    Untuk mengatasinya,
    maka anda berlu menanamkan dalam mental anda, bahwa untuk mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang anda inginkan. Maka anda perlu membayar harganya. Anda perlu usaha yang kongkrit. Jika anda ingin berhasil di dunia bisnis, maka anda perlu terjun ke dunia itu dan melakukan hal-hal yang mendukung perkembangan bisnis anda. Tidak mudah memang. Tapi demi sebuah keinginan yang tulus dan mulia, anda mutlak harus berusaha
  3. Suka jadi penonton dan gemar mengkritik. Nah ini bagian dari virus mental juga. Terbiasa jadi penonton dan mengkritik. Jika seseorang berhasil ia melihat kenapa ia bisa berhasil, dimana kesalahannya. Dimana sisi negatifnya. Tanpa melihat bahwa orang lain bisa sukses karena usaha yang gigih. jika orang lain belum berhasil. Ia akan mengkritiknya habis-habisan. Dengan obsesi bahwa orang tersebut patut di persalahkan. Tanpa memberikan dorongan-dorongan motivasi yang membangun.
    Cara mengatasinya

    Mulailah membiasakan diri bertindak. Memberi contoh. Dan usahakanlah bahwa anda memang pantas mendapatkan pujian yang tulus. Namun perlu diingat, anda melakukannya bukan atas dasar sombong dan unjuk kebolehan. Melainkan karena orientasi positif yang memang ingin anda gapai.
  4. Takut gagal. Biasanya virus mental ini di idap oleh orang yang tidak percaya, bahwa pengalaman adalah guru paling bijaksana. Ingin sekali coba langsung berhasil. Tidak berani mencoba. Terlalu lama menimang-nimang untung ruginya. Dan selalu saja berahiran bahwa nantinya dia akan rugi. Orang takut gagal biasanya, telah terpatri dalam otaknya, bahwa apapun yang dia lakukan tidak akan bisa membuahkan hasil.
    Anda perlu pahami,
    bahwa seorang ahli perlu berpuluh-puluh bahkan ratusan jam untuk mencoba. Untuk mencapai mendekati kesempurnaan, diperlukan proses. Perlu latihan yang terus menerus, sampai akhirnya bisa mencapai apa yang di kehendaki.
  5. Mental Pengekor. Anda harus menjauhi mental seorang pengekor. Yang hanya bisa mengikuti saja. Karena jika anda mengidap virus mental pengekor, anda akan kehilangan jati diri. Anda tidak akan terbiasa mandiri untuk memperjuangkan sesuatu yang menurut anda baik untuk dilakukan. Apa kata orang lain, anda ikuti, yang belum tentu cocok untuk anda.
    Belum ada kata terlambat,
    jika anda selama ini memang mengalami mental pengekor, maka bergeraklah lebih cepat. Bergerak cepat bukan berarti terburu-buru. Anda juga perlu melakukan persiapan-persiapan yang memadai. dengan bergerak cepat, anda memiliki kemungkinan untuk memimpin. Bahkan orang lain akan mengekor kepada anda.
  6. Ingin Cepat Kaya. Siapa sih yang tidak ingin cepat kaya. Punya rumah bagus, mobil mewah, fasilitas super lengkap. Tapi apakah ada cara yang super, yang bisa membuat orang kaya seketika? Tanpa melakukan sesuatu yang diperlukan? Kalau ada, saya juga mau dong. Tapi saya jamin itu tidak ada.
    Atasi mental instant tersebut dengan cara,
    mulai menghargai jeripayah anda. berapapun tingkat prestasi yang telah anda capai, hargailah. Jangan menstigma diri anda. lihatlah gelas setengah penuh, bukan setengah kosong. Kumpulkan segala usaha anda, gabungkan dan perbaiki. Lakukan terus menerus sampai anda mencapai hasil yang gemilang.
  7. Selalu Merasa Benar dan Menyalahkan Orang Lain. Virus mental ini sangat berbahaya, karena mampu membutakan hati dan logika seseorang. Virus ini akan membentuk pribadi yang dingin, sombong dan egois. Bayangkan saja, orang seperti ini selalu merasa dialah yang paling benar, sementara orang lain salah. Apakah anda bisa terima jika anda di posisi yang selalu salah? Tentu tidak khan….
    Makanya,
    jika virus ini terlanjur melekat di mental anda. maka anda perlu segera intropeksi diri. Pendapat anda memang penting, tapi orang lain juga penting.dengan intropeksi diri, insting anda akan semakin tajam. Hati anda akan semakin peka. Kabar baiknya, anda akan mudah memahami suatu persoalan dari berbagai sudut pandang, sehingga solusi yang anda utarakanpun akan terdengar logis dan mudah diterima. Terbiasa intropeksi diri, akan menjadikan mental anda, mental yang bertanggung jawab terhadap keputusan dan ucapan yang anda utarakan.

Bagaimana menurut anda, apakah ada virus yang menjangkiti mental anda? saya berharap tidak!

Please see original resource from here

06/03/2011

Televisi itu hukumnya haram menurut Syaikh Al Albani

televisi akan terasa manfaatnya jika dimatikan..

berikut ulasan bahaya dari televisi…

———————————————————————————————————————————————-

Tidak berlebihan bila perangkat elektronik ini disebut “kotak ajaib”. Ya, televisi! Sebuah perangkat hiburan dan informasi yang menyajikan beragam materi mulai dari peristiwa yang benar-benar terjadi, hingga pada sajian-sajian khayal yang melampaui batas imajinasi kita. Demi merangkul sebanyak mungkin penonton, maka segala hal yang bisa dilakukan, akan ditempuh. Saat itulah acara-acara ini tidak lagi mengindahkan batasan norma,etika, dan agama.

Maka mengingat pada sebuah ucapan nabi kita “Agama seseorang dilihat dari siapa sahabatnya” , khazanah ilmu ini cukup menjelaskan wujud keadaan masyarakat yang memiliki kesamaan identitas dengan fenomena televisi. Karena televisi telah menjadi sahabat pebuhbagi manusia modern saat ini. Berikut adalah beberapa jenis acara televisi yang merusak, agar kita bisa belajar dan mengapa kita perlu mematikan televisi kita.

Talk Show.

Sedang terjadi obrolan antara pembawa acara dengan narasumber perwakilan LSM yang mengkampanyekan penanggulangan penyebaran HIV , dengan berhubungan sex secara aman. Kampanye dengan pembagian kondom gratis tersebut, tidak menyebutkan dengan tegas bahwa hubungan seksual mutlak hanya boleh dilakukan dalam ikatan pernikahan. Justru yang ditonjolkan adalah anjuran memakai kondom untuk seks yang aman. Tidakkah mereka yang berkampanye itu sadar bahwa dengan kondom sebagai alat solusi norma, membenteuk persepsi bahwa perzinaan pun dibenarkan, sex pranikah bukanlah hal yang tercela dilakukan ketika pacaran.

Contoh diatas adalah model penggiringan opini yang marak dilakukan oleh televisi. Bukan hanya produksi dalam negeri, stasiun televisi Indonesia mulai mengimpor acara jenis ini dari negeri-negeri barat, yang kental dengan pemikiran liberal. Metode ini amat halus dan tidak terasa, karena dikemas dalam bentuk obrolan, sehingga tidak terkesan mendikte. Akan tetapi, metode ini cukup ampuh dalam membentuk pola pikir mayoritas kaum muslimin, yang notabene masih awam ilmu agamanya, yang masih susah memilah mana yang benar dan mana yang salah menurut syariat.

Live Music

Dipandu oleh MC yang kebanci-bancian, acara yang isinya hanya bercanda dan main-main ini benar-benar menampilkan suramnya generasi muda kita. Mengenakan kaos-kaos warna mencolok dan celana ketat, dipandu oleh band ibukota yang sedang naik daun, para remaja tersebut berteriak-teriak menyanyikan lirik-lirik cinta (baca : zina) sambil melompat-lompat seirama dengan dentuman bass dari speaker-speaker besar.

Krisis identitas pemuda? Ya!! Karena acara ini dilakukan secara live pada pagi hari, saat dimana orang sibuk bekerja dan serius menuntut ilmu, tapi mereka hanya asyik bermain-main sambil mengikuti trend berpakaian, seakan-akan tidak ada tanggung jawab di pundak mereka, tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Infotainment (Gosip)

Nikah cerai, rebutan hak asuh anak, hingga skandal mesum yang dilakukan oleh para artis, sudah menjadi bahan obrolan yang lumrah di tengah – tengah kita. Perbuatan ghibah, membicarakan aib orang lain, malah menjadi aktifitas yang utama. Acara ini terus berusaha mencari-cari kesalahan orang lain, yang membentuk karakter kita, untuk selalu memandang orang lain dari aibnya, tidak melihat kebaikannya, bahkan menyebarluaskan aib tersebut.

Dan yang lebih berbahaya lagi, maraknya pemberitaan aib-aib para selebritis yang dijadikan panutan dan idola, secara tidak langsung telah membentuk pola pikir kita, bahwa apa yang dilakukan mereka itu benar. Apalagi dengan berbagai alibi dan alasan yang disampaikan selebritis tersebut untuk membenarkan perbuatan tercelanya.

Sinetron

Mengedepankan gaya hidup mewah nan glamour dan konflik percintaan, acara ini mendominasi prime time (antara maghrib- pukul 22.00 WIB), waktu berkumpulnya keluarga untuk beristirahat. Sudah banyak masyarakat yang resah dengan adanya sinetron-sinetron yang tidak mendidik ini, karena membuat kita menjadi panjang angan-angan, ingin hidup mewah, dan hanya memikirkan masalah asmara dengan lawan jenis (baca :zina).

Belum lagi sinetron dengan judul islami, yang hanya sebagai kedok acara mistik sesat, yang menggambarkan bahwa seorang ustadz itu hanya sebagai pengusir jin. Yang menggambarkan bahwa azab Allah itu sangat pedih, tanpa diimbangi dengan rahmatNya yang luas.

Reality Show

Acara model ini menempati rating yang cukup tinggi. Isinya hanya berkutat masalah konflik asmara, problem rumah tangga, atau hanya sekedar humor menjahili orang.

Komisi Penyiaran Indonesia dulu pernah menegur jenis acara seperti ini, karena isinya yang syarat dengan kata-kata kotor dan kekerasan.

Beberapa contoh acara yang diuraikan diatas, sejatinya adalah contoh kesia-siaan yang nyata. Lebih dari itu, darinya justru menjadi penyebaran kefasiqan, kekufuran, kesesatan yang tidak bisa ditolerir dari syariat Alloh dan Rasul-Nya. Ketika rutinitas kaum muslimin terus menerus disibukan oleh model-model (acara, artis, film) fasiq yang tidak mengerti agama Alloh, sungguh jiwa manusia yang rapuh akan menirunya. Hal itulah yang menciptakan pribadi-pribadi pembangkang kepada syariat Alloh, pengambil hak orang lain, anak yang durhaka, istri yang tidak patuh, suami yang tidak memenuhi hak keluarga, dan seterusnya. Ketika masyarakat ini tidak memiliki pondasi yang utuh tentang pemahaman agama yang lurus, maka musibah ini bukan hanya akan menimpa pribadi-pribadi tertentu saja, namun akan menjadi musibah secara umum. Bukan hanya kepada orang yang fasiq, namun musibah ini juga berimbas pada orang-orang shalih di antara mereka.

Sebagai penutup, seorang ulama besar hadits pernah memberikan penilaiannya tentang keberadaan televisi :

“Televisi dewasa ini, 99% banyak menayangkan nilai-nilai atau faham-faham kefasikan, perbuatan dosa, nyanyian haram, ataupun perbuatan yang mengumbar hawa nafsu, dan lain-lain sejenisnya. Hanya 1 % tayangan televisi yang dapat diambil manfaatnya. Jadi kesimpulan hukum televisi itu dilihat dari penayangan yang dominan”

(Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, al Ashalah 10/15 Syawal 1414 H hal. 40)

sumber: tashfiyah.net

copied from here

24/02/2011

Cara menonaktifkan popscreen(pesan yang muncul tiba2 dan sering di pengguna Tekomsel , kartu as, simpati juga)

ikuti langkah berikut ini

T-Sel Menu -> PopScreen -> Aktivasi -> Non-aktifkan

23/02/2011

Kata Mutiara dan Motivasi dari DJ Caroll, DJ Tunanetra Wanita Pertama Indonesia

“Bnyak orang yang beranggapan saya kurang beruntung. Namun bagi saya keberuntungan tidak dilihat dr sudut pandang orng lain tp bgmn diri kita sendiri memandang kondisi yang kita alami”

dj caroll, dj wanita tuna netra pertama di indonesia

adapted from “cofee break”, tvOne

23/02/2011

Kata Mutiara dari Sule OVJ

“waktu grup saya engga’ tentu arahnya saya putuskan untuk keluar. Setelah itu engga’ ada tawaran manggung selamat setahun. Denny chandra yang menopang hidup saya dan keluarga. Sekarang saya sudah bisa berdiri sendiri tanpa bantuaannya saya engga’ tau jadi apa.
Oleh karena itu saat denny nyaleg(Calon Legislatif) sayalah yang paling semangat mengetuk dari pintu ke pintu, “pilih denny! Pilih denny!””…

SuleOVJ(entis sutisna)
adapted from
“Pengejar Mimpi”, antv

20/12/2010

Menunda-nunda pekerjaan sama saja dengan bunuh diri bagi masa depan Anda

Percaya atau tidak sebagian besar dari kita seringkali cinta untuk menunda-nunda pekerjaan. Dari hal yang sepele sampai yang penting stadium 1, ada yang bilang juga tingkat AWAS (saking hebohnya ini :) ). Semua ini berawal dari kebiasaan yang sering kita lakukan dan terakumulasi menjadi karakter yang menghujam kuat di dalam dada kita masing-masing.

Istilah “Ntar-ntaran” masih menjadi trend setter di kalangan masyarakat. Buang sampah ditempatnya ya nunggu banjir, belajar ya nunggu ulangan atau ada ujian saja, mengaspal jalan kalau presiden mau lewat, merenovasi tempat ibadah kalau sudah jatuh korban, mendingan bikin event akbar dulu dari pada betulin sekolah yang udah roboh 2 tahun terbengkalai.

Sigap bukan cuma milik polisi, tentara, marinir. Bayangkan jika seluruh warga Indonesia maju bersama dari diri sendiri. Bukan tidak mungkin Ibu Pertiwi (Bukan ibunya mba’ pertiwi lho?) akan kembali bersenandung di langit dunia. Tangisannya saat ini masih saja membahana diseluruh pelosok negeri. Lalu siapa yang sanggup memperbaiki ini semua. Bercermin dan tunjuk orang yang Anda lihat. Ya, Andalah orangnya.

Saya sendiri seringkali menunda-nunda mengerjakan tugas yang akhirnya pada saat mau dinilaikan ke dosen malah komputer kena virus, ndandanin dulu (service sendiri, sebisanya :P. Asal bisa jalan ), dan tentunya baru membuat tugasnya (he..he..he… Buang ke TONG SYAMPAH sekarang juga rasa malasmu Nak.). Walaupun akhirnya selesai juga. Saya khawatir jika tugas yang harus dikerjakan tak dapat selelsai hanya dalam 2-3 jam saja. MUngkin harus berhari-hari. Tugas akhir, Proyek Komersial, Pesanan orang, itulah contoh-contohnya.

Jadwal harian yang saya buat juga sangat susah untuk direalisasikan. Padahal sudah berkali-kali saya buat. (Mungkin terlalu lebay dan terlalu flexibel juga kurang disiplin. Hufh…. Ingin sukses memang butuh perjuangan yang RUARRRR BIASAAAH)

Intinya (Sebagian Orang lebih suka jika sebuah tulisan ada Kesimpulannya. Termasuk saya sendiri. hehehehe)

“Semakin segera Anda mengerjakan kewajiban Anda, semakin baik untuk hari esok di kehidupan Anda. Apapun itu. Menunda-nunda tanpa alasan yang benar bukanlah hal yang bijak. Masa depan dan kesuksesan Anda di tangan Anda. Allah Subhanahu wa Ta’ala tdak akan menurunkan keberhasilan tanpa ada jalan yang menyebabkan keberhasilan itu turun yaitu ikhtiar dan do’a dari hamba-Nya”

Semoga Bermanfaat :)

17/12/2010

Bersedekahlah dengan membeli

Suatu sore saya melewati alun-alun kebumen. Dibelokan saya melihat seorang teman saya sedang membeli balon di Penjual balon yang kakek-kakek sudah tua renta. Dalam hati saya berkata, “Hebat kamu mas, meskipun bukan orang kaya namun mau membantu orang tua penjual tersebut menghabiskan balonnya”

Sebenarnya sangat kasihan jika orang tua yang sudah udzur dan sakit-sakitan harus banting tulang mencari penghdupan untuk dirinya. Memang untuk menjadi seperti keadaan demikian pasti dipengaruhi oleh banyak faktor. Tapi dalam hal ini saya ingin menekankan bahwa jika kit aingin membantu orang lain tidak harus dengan memberi secara cuma-cuma. Bisa juga dengan cara membeli barang dagangan saudara kita.

Misalkan untuk menggerakkan ekonomi mikro kita biasakan membeli bensin eceran di warung-warung pinggir jalan. Mungkin bagi Anda tidak begitu berpengaruh namun bagi pedagang yang dibeli bisa jadi nafas kehidupan keluarganya berasal dari dagangannya tersebut. Kelihatan sepele memang. Coba bayangkan jika seluruh warga Indonesia KOMPAK membeli bensin eceran. Pasti akan banyak tercipta lapangan baru dan akan lebih banyak keluarga yang merasa sejahtera dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Semoga Bisa menjadikan bahan renungan bagi kita semua.

“Terima Kasih sahabatku yang telah menginspirasiku, Mas Anip”

26/10/2010

Kapankah kita dianggap berarti bagi orang lain?

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain

Lalu Kapankah kita itu dianggap berarti bagi orang lain?

read more »