Archive for ‘dunia remaja’

02/05/2011

Bisnis itu sama saja dengan memelihara burung

Paradigma inilah yang saya pegang saat ini. Berkali-kali saya mencoba unuk bisa memelihara burung walaupun keluarga saya selalu mencibir bahwa saya tidak bakat memelihara burung. Keseringan membaca ceita motivasi untuk tidak menyerah saat gagal membuat saya ingin terus mencoba memelihara burung.

Waktu kecil saya pernah memelihara ikan dan mati semua. Pernah pula memelihara burung dan juga mati semua.

Bertahun-tahun mengalami masa traumatis dan selalu mendengarkan afirmasi bahwa saya tidak bakat memelihara hewan serta tak pandai berbisnis membuat saya sempat meragu apakah benar kalimat tersebut.

Buku-buku motivasi, bisnis, dan biografi para penemu serta pebisnis membuat saya masih saja ngeyel untuk tetap memelihara burung dan mencoba berbisnis.

Beberapa bulan yang lalu saya mencoba memelihara burung peking(Burung yang suka memakan padi di sawah) sebagai percobaan akan hipotesis saya bahwa penyayang binatang adalah orang yang bakat berbisnis.

Sebelum sebelumnya saya lebih suka memeilhara burung yang masih piyik(baru menetas). Seringkali disemuti oleh semut merah. Ada juga yang sudah sampai bisa terbang. Tapi karena tidak dikandangi ya akhirnya terbang bebas alias lepas(hehehe).
Kurang lebih satu bulan kedua burung peking yang saya pelihara masih hidup. Suatu pagi saat saya mandikan, eh… malah lepas. Ndilalah(bahasa indonesianya apa sih? ada yang tau) kandang yang saya gunakan adalah kandang yang sudahlama dan agak rusak. Sehingga dengan kekuatannya burung bisa bebas. Masih satu burung dan karena esmosi ya sekalian dilepasin aja deh. Hufh…

Beberapa hari berlalu saya memutuskan untuk membeli burung baru tapi yang bisa berkicau. Asal pilih di pasar burung di kabupaten kebumen yang lebih terkenal dengan nama Koplak ataupun Pasar Manuk.

Gelatik saya pilih karena pedagangnya bilang kalau mau makan beras kering dan beras. Saya beli dan bawa pulang sekalian membeli kandang tapi dengan ukuran kecil.

Belum satu hari sudah diem di dasar kandang, paginya ternyata sudah MATI. Arghhh Tidakkkkkk !!

Akhirnya saya membeli burung yang baru lagi yaitu Burung Trucukan ! Beserta kandang baru dengan ukuran besar. Seminggu kurang lebih burung Trucukan baru ini tinggal dirumah dan dengan kicuan yang cukup merdu walaupun jarang-jarang berkicau(yang crewet alias gacor harganya mahal punya).

Tadi Pagi pada saat mau saya keluarkan dari ruangan setelah membuka kerodong saya bawa keluar. Eh, ga’ tau kenapa kandangnya udah kebuka. Langsung deh burungnya terbang ke pohon mangga di depan rumah dengan gesitnya. Apalagi burung ini masih liar dan kalau lagi dikasih makan atau dimandikan, rewelnya bukan main.

Menuju lodong(toples) yang saya khususkan untuk menyimpan jangkrik ternyata sudah diobrak-abrik oleh si Condol(Tikus) yang tidak bertanggung jawab sehingga lepaslah semua jangkrik yang menjadi pakan dari Burung Trucukan.

Kesimpulan :

Jika kita berbisnis dari awal ibarat memelihara burung dari kecil alias baru menetas. Perlu extra perhatian dan penjagaan agar tidak mati dimakan hama ataupun karena kedinginan dan belum bisa makan sendiri

Jika kita berbisnis dari kesuksesan orang lain misalnya franchise. Ibarat memelihara burung yang sudah remaja ataupun dewasa sehingga lebih mudah mengurusnya karena sudah berbulu, bisa makan sendiri dan mampu bertahan dari suhu dingin serta hama yang menggangu

Orang yang telaten merawat burung(hewan peliharaan apa saja juga boleh) bisa dibilang ornag yang telaten dan sabar dalam menjaga bisnisnya. Tengok orang Chinese yang suka memelihara ikan Koi, Arwana, burung mahal dlsb. Asumsi saya begitu tapi belum tentu benar juga. Hanya pendapat pribadi(heheeh). Katanya pengusaha boleh ngomong seenaknya yang dia mau(saya lupa baca dimana. Kalo ga salah di website-nya purdie chandra)

Mau bisnis dari Nol atau dari 9?

Advertisements
25/04/2011

Virus-virus yang merusak masa depan kita dan cara mengatasinya(solusinya)

Terima kasih anda masih setia mengikuti blog ini. Sesuai janji saya di posting sebelumnya. Maka berikut ini sederet daftar virus mental yang perlu anda ketahui lengkap dengan resep obatnya..

  1. Mental Pemalas.
    “Perubahan apa yang anda harapkan dari mental seorang pemalas?”
    Mental pemalas, tidak akan menolong anda dalam mewujudkan impian anda. Mental malas hanya akan menarik anda ke dalam situasi kehidupan yang suram. Tidak ada tindakan, tidak ada keteraturan, dan tidak ada tujuan.
    Solusinya,

    bangun motivasi diri anda. Hidupkan imajinasi anda. Kumpulkan segala hasrat positif dalam diri anda. Cari sesuatu yang benar-benar ingin anda wujudkan. Lalu biarkan hasrat positif merasuki diri anda, sehingga perasaan itu mampu menggeser mental pemalas tersebut.
  2. Tidak Mau Usaha. Kebanyakan orang hanya bisa memuji keberhasilan seseorang. Sambil berharap bahwa seandainya iapun bisa mencapai keberhasilan yang sama. Tanpa adanya usaha yang mendukung terciptanya keinginan itu. Hanya sebatas ingin. Saya berharap ini tidak terjadi pada anda.
    Untuk mengatasinya,
    maka anda berlu menanamkan dalam mental anda, bahwa untuk mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang anda inginkan. Maka anda perlu membayar harganya. Anda perlu usaha yang kongkrit. Jika anda ingin berhasil di dunia bisnis, maka anda perlu terjun ke dunia itu dan melakukan hal-hal yang mendukung perkembangan bisnis anda. Tidak mudah memang. Tapi demi sebuah keinginan yang tulus dan mulia, anda mutlak harus berusaha
  3. Suka jadi penonton dan gemar mengkritik. Nah ini bagian dari virus mental juga. Terbiasa jadi penonton dan mengkritik. Jika seseorang berhasil ia melihat kenapa ia bisa berhasil, dimana kesalahannya. Dimana sisi negatifnya. Tanpa melihat bahwa orang lain bisa sukses karena usaha yang gigih. jika orang lain belum berhasil. Ia akan mengkritiknya habis-habisan. Dengan obsesi bahwa orang tersebut patut di persalahkan. Tanpa memberikan dorongan-dorongan motivasi yang membangun.
    Cara mengatasinya

    Mulailah membiasakan diri bertindak. Memberi contoh. Dan usahakanlah bahwa anda memang pantas mendapatkan pujian yang tulus. Namun perlu diingat, anda melakukannya bukan atas dasar sombong dan unjuk kebolehan. Melainkan karena orientasi positif yang memang ingin anda gapai.
  4. Takut gagal. Biasanya virus mental ini di idap oleh orang yang tidak percaya, bahwa pengalaman adalah guru paling bijaksana. Ingin sekali coba langsung berhasil. Tidak berani mencoba. Terlalu lama menimang-nimang untung ruginya. Dan selalu saja berahiran bahwa nantinya dia akan rugi. Orang takut gagal biasanya, telah terpatri dalam otaknya, bahwa apapun yang dia lakukan tidak akan bisa membuahkan hasil.
    Anda perlu pahami,
    bahwa seorang ahli perlu berpuluh-puluh bahkan ratusan jam untuk mencoba. Untuk mencapai mendekati kesempurnaan, diperlukan proses. Perlu latihan yang terus menerus, sampai akhirnya bisa mencapai apa yang di kehendaki.
  5. Mental Pengekor. Anda harus menjauhi mental seorang pengekor. Yang hanya bisa mengikuti saja. Karena jika anda mengidap virus mental pengekor, anda akan kehilangan jati diri. Anda tidak akan terbiasa mandiri untuk memperjuangkan sesuatu yang menurut anda baik untuk dilakukan. Apa kata orang lain, anda ikuti, yang belum tentu cocok untuk anda.
    Belum ada kata terlambat,
    jika anda selama ini memang mengalami mental pengekor, maka bergeraklah lebih cepat. Bergerak cepat bukan berarti terburu-buru. Anda juga perlu melakukan persiapan-persiapan yang memadai. dengan bergerak cepat, anda memiliki kemungkinan untuk memimpin. Bahkan orang lain akan mengekor kepada anda.
  6. Ingin Cepat Kaya. Siapa sih yang tidak ingin cepat kaya. Punya rumah bagus, mobil mewah, fasilitas super lengkap. Tapi apakah ada cara yang super, yang bisa membuat orang kaya seketika? Tanpa melakukan sesuatu yang diperlukan? Kalau ada, saya juga mau dong. Tapi saya jamin itu tidak ada.
    Atasi mental instant tersebut dengan cara,
    mulai menghargai jeripayah anda. berapapun tingkat prestasi yang telah anda capai, hargailah. Jangan menstigma diri anda. lihatlah gelas setengah penuh, bukan setengah kosong. Kumpulkan segala usaha anda, gabungkan dan perbaiki. Lakukan terus menerus sampai anda mencapai hasil yang gemilang.
  7. Selalu Merasa Benar dan Menyalahkan Orang Lain. Virus mental ini sangat berbahaya, karena mampu membutakan hati dan logika seseorang. Virus ini akan membentuk pribadi yang dingin, sombong dan egois. Bayangkan saja, orang seperti ini selalu merasa dialah yang paling benar, sementara orang lain salah. Apakah anda bisa terima jika anda di posisi yang selalu salah? Tentu tidak khan….
    Makanya,
    jika virus ini terlanjur melekat di mental anda. maka anda perlu segera intropeksi diri. Pendapat anda memang penting, tapi orang lain juga penting.dengan intropeksi diri, insting anda akan semakin tajam. Hati anda akan semakin peka. Kabar baiknya, anda akan mudah memahami suatu persoalan dari berbagai sudut pandang, sehingga solusi yang anda utarakanpun akan terdengar logis dan mudah diterima. Terbiasa intropeksi diri, akan menjadikan mental anda, mental yang bertanggung jawab terhadap keputusan dan ucapan yang anda utarakan.

Bagaimana menurut anda, apakah ada virus yang menjangkiti mental anda? saya berharap tidak!

Please see original resource from here

20/12/2010

Menunda-nunda pekerjaan sama saja dengan bunuh diri bagi masa depan Anda

Percaya atau tidak sebagian besar dari kita seringkali cinta untuk menunda-nunda pekerjaan. Dari hal yang sepele sampai yang penting stadium 1, ada yang bilang juga tingkat AWAS (saking hebohnya ini :) ). Semua ini berawal dari kebiasaan yang sering kita lakukan dan terakumulasi menjadi karakter yang menghujam kuat di dalam dada kita masing-masing.

Istilah “Ntar-ntaran” masih menjadi trend setter di kalangan masyarakat. Buang sampah ditempatnya ya nunggu banjir, belajar ya nunggu ulangan atau ada ujian saja, mengaspal jalan kalau presiden mau lewat, merenovasi tempat ibadah kalau sudah jatuh korban, mendingan bikin event akbar dulu dari pada betulin sekolah yang udah roboh 2 tahun terbengkalai.

Sigap bukan cuma milik polisi, tentara, marinir. Bayangkan jika seluruh warga Indonesia maju bersama dari diri sendiri. Bukan tidak mungkin Ibu Pertiwi (Bukan ibunya mba’ pertiwi lho?) akan kembali bersenandung di langit dunia. Tangisannya saat ini masih saja membahana diseluruh pelosok negeri. Lalu siapa yang sanggup memperbaiki ini semua. Bercermin dan tunjuk orang yang Anda lihat. Ya, Andalah orangnya.

Saya sendiri seringkali menunda-nunda mengerjakan tugas yang akhirnya pada saat mau dinilaikan ke dosen malah komputer kena virus, ndandanin dulu (service sendiri, sebisanya :P. Asal bisa jalan ), dan tentunya baru membuat tugasnya (he..he..he… Buang ke TONG SYAMPAH sekarang juga rasa malasmu Nak.). Walaupun akhirnya selesai juga. Saya khawatir jika tugas yang harus dikerjakan tak dapat selelsai hanya dalam 2-3 jam saja. MUngkin harus berhari-hari. Tugas akhir, Proyek Komersial, Pesanan orang, itulah contoh-contohnya.

Jadwal harian yang saya buat juga sangat susah untuk direalisasikan. Padahal sudah berkali-kali saya buat. (Mungkin terlalu lebay dan terlalu flexibel juga kurang disiplin. Hufh…. Ingin sukses memang butuh perjuangan yang RUARRRR BIASAAAH)

Intinya (Sebagian Orang lebih suka jika sebuah tulisan ada Kesimpulannya. Termasuk saya sendiri. hehehehe)

“Semakin segera Anda mengerjakan kewajiban Anda, semakin baik untuk hari esok di kehidupan Anda. Apapun itu. Menunda-nunda tanpa alasan yang benar bukanlah hal yang bijak. Masa depan dan kesuksesan Anda di tangan Anda. Allah Subhanahu wa Ta’ala tdak akan menurunkan keberhasilan tanpa ada jalan yang menyebabkan keberhasilan itu turun yaitu ikhtiar dan do’a dari hamba-Nya”

Semoga Bermanfaat :)

16/10/2010

Betapa kasihannya remaja saat ini…

pato ac milan remaja berprestasikenapa saya berani berasumsi demikian bahwa remaja saat ini sudah begitu mengkhawatirkan? Banyak faktor yang membuat saya berani berasumsi(beranggapan) demikian. Diantaranya yaitu :

  1. Kurangnya baiknya lingkungan untuk tumbuh
    Arus globalisasi yang tak dibarengi dengan pertahanan terhadap jati diri maka hanya akan membuat remaja terombang-ambing dalam derasnya arus globalisasi
  2. Kepedulian orang tua terhadap perkembangan remaja mulai pudar
    Remaja yang lebih mencari jati dirinya sendiri tanpa bimbingan orang tua memang baik. Namun dalam proses pencarian ini di khawatirkan remaja jatuh di lembah hitam (narkoba, seks bebas, ataupun kriminalitas) yang bisa jadi akan menghancurkan masa depan mereka nantinya
  3. Orientasi pendidikan di Indonesia yang masih dengan sistem “bunglon”
    Bila saja sistem pendidikan bisa lebih permanen, jelas, dan tidak berubah-ubah maka remaja bisa jadi tak akan jadi korban “Mal Praktek” sistem pendidikan
  4. Kehilangan jati diri sebagai Bangsa Indonesia yang berbangsa dan berbudaya
    Rasa cinta terhadap tanah air saat ini sudah mulai dianggap sesuatu yang tabu, aneh, dan kolot. Padahal hal ini sangat penting untuk stabilitas nasional baik jangka pendek maupun jangka panjang. Akhirnya masyarakat juga yang repot bila terjadi krisis yang terlalu luas di masyarakat, terutama krisis moralitas kebangsaan
  5. Pornografi yang meraja lela
    Saat anak SD, SMP sudah mulai mengkonsumsi hal-hal yang seperti itu mau menjadi apa mereka saat dewasa nanti. Ini adalah tanggung jawab kita bersama.

    Awal rusaknya suatu negara dan bangsa adalah dengan rusaknya generasi muda