Akhirnya bisa naik truk besar

Sejak dulu saya ingin sekali naik truk besar. Namun keinginan ini lambat laum menghilang.

Sampai suatu saat di sore hari -+ pkl 17.00 WIB(Selasa, 10 September 2013) melewati jembatan timbang di daerah wates jogjakarta. Saya menabrak truk. Padahal saya membawa motor dalam keadaan cukup kencang. Pandangan mata terkena silau  cahaya sore. Begitu agak gelap cahayanya langsung terlihat Truk besar di depan mata. Dhuarrrr! Body truk membuat saya tidak kesilauan lagi(he he he). Posisi sedang ngebut dan truk sudah didepan mata. Akhinya motor saya ringsek dan jatuh ke sisi jalan yang berlawanan arah. Alhamdulillah saya tidak terlindas motor atau mobil yang sedang melaju kencang.

Saat saya jatuh badan saya berguling sangat cepat. Beruntung saya menggunakan :
1. Sarung tangan
2. Sepatu Boot
3. Jaket Racing
4. Jaket biasa
5. Body Protector
6. Helm Standar
7. Kaca mata
8. Masker
9. Tas punggung yang penuh dengan pakaian

Sepatu boot saya robek dan tangan saya bengkak namun sarung tangannya masih utuh. Lengan kiri lecet2. 2 jaket yang saya gunakan tembut karena bergesekan dengan aspal. Tak terbayang jika saya tidak menggunakan bena-benda tersebut. Gaya jatuh yang saya alami juga membuat punggung dan kepala saya selamat. Posisinya seperti orang meroda.

Sampai saat ini luka yg masih terlihat di punggung tangan kiri dan kaki kiri yang masih berdarah karena belum kering lukanya. Semoga lekas sembuh lagi,…

Lain kali juga lebih waspada. Alhamdulillah saya masih hidup.

~Hal yang unik setelah kecelakaan

1. Truk yang saya tabrak akan menuju ke Kebumen. Setujuan dengan arah saya. Akhirnya dianterin sampai rumah+motornya diangkut ke truk yang penuh tepung wkwk
2. Sopirnya dann Keneknya juga orang kebumen.
3. Padahal saya yang salah tapi malah Sopir Truk yang membayar biaya perawatan dan kasih kopi serta makan ke saya
4. Sempat dikira sodara teman pak sopir karena ciri-cinya mirip. Orang klirong(kecamatan rumah saya), Badan kuning, Rambut lurus dan berkacamata(padahal kacamata cuma untuk menghindari samber mata di malam hari).

Terima Kasih pak Sawiono sopir yg ngga pernah ikut temannya yg tidak bener dan bertanggung jawab terhadap korban, pak sigit yang apa adanya, dan mas dower yang setia kawan n mau menolong.

Sebelumnya saya sudah pernah kepikiran bahwa selama 2 tahun seminggu sekali dari jogja ke kebumen suatu hari pasti akan tertimpa kecelakaan. Soalnya saya sudah sering selamat dari maut berkali-kali. Istilahnya tinggal nunggu waktu saja.

Mungkin saya banyak dosanya jadi diberikan musibah dan sakit biar ingat kepada Alloh SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: