Satu hal mengharukan saat nyebar proposal

Kemarin setelah rapat koordinasi panitia penutupan KKN saya bersama teman saya dari jurusan PPKN, Mar’ie Muhammad(gaya-gayanya mirip vokalis De’Potters lah kalo mau tau) menyebarkan proposal pengajuan sponsorship.

Sebelumnya sudah di list tempat mana saja yang akan diajukan proposalnya. Hati tenang-tenang saja saat berangkat, “Wong cuma 6 ini aja koq. Paling sebentar”. Namun kenyataan tak sesuai dengan khayalan.

Saat di TKP justru tempat yang diincar sebagian besar tidak mau menerima pengajuan proposal. Hal ini tidak terpikirkan sebelumnya. Jadi kita harus muter-muter mencari toko lain yang kiranya mau menerima proposal kami(diterima aja udah alhamudulillah, disponsori apa engga urusan blakangan).

Setelah muter-muter kesana kesini(jujur saya ngga’ begitu paham jogja. Jarang mejeng soalnya ^__^v). Akhirnya tinggal proposal terakhir yang harus dicarikan pemiliknya (dari 6 proposal yg saya bawa wkwk. Terima kasih team humas udah bawa 10 lebih proposal. Team Sponsorship juga bawa 12 cuma dibagi 2 team hehehe).

Sampailah saya ditoko fashion cewek, niatnya mau kesitu trus disampingnya ada toko bangunan. Tapi entah kenapa feelingku berkata, “Di toko bangunannya aja dulu”. Akhirnya ketoko bangunan itu dulu yang ternyata Chinese punya.

Di dalam saya disambut oleh ibu muda yang mau menerima proposal saya. Trus disuruh menunggu bapak muda(maybe her hausband) yang lagi melayani pelanggan.

Saya : “Maaf minta waktunya sebentar mas, saya mewakili panitia KKN Universitas PGRI Yogyakarta tahun 2013 ingin mengajukan proposal pengajuan sponsorship untuk acara penutupan KKN UPY”

Bapak Muda : “(sambil melihat-lihat proposal sebentar)Ini gimana ya mas?”

Saya : “Begini mas, ini ada opsi-opsi paket sponsornya dan juga kami menerima opsi lain yang sekiranya pihak sponsor bersedia. Dihalaman belakang juga ada nomer telp Contak Person jikalau jadi menjadi sponsor dan pihak panitia memberikan jangka waktu 2 hari untuk konfirmasi mas”

Bapak Muda : “Koq mintanya ditoko kecil mas? Seharusnya ditoko yang gedhe aja.”

Saya : “Saya juga sudah muter-muter mas. Namanya juga usaha”

Bapak Muda : “Saya dulu juga pernah KKN mas. Begini aja, disini khan cuma cabang nanti saya tanyakan ke pusatnya mau apa enggan. Saya catat nomer telponnya aja ya?(mengambil buku dan mencatat nomer telp CP sponsor alias nomerku ^^). Ini mas proposanya”

Saya : “Diambil aja mas mbok-mbok nanti butuh datanya. Gpp koq”

Jujur kalimat ini tuh ngademin banget dihati aku(lebay ngga sih, engga lah ya :P). Sebelmum ke toko ini dari tadi dilempar sana-lempar sini ujung-ujungnya bilang kalo toko itu cabang, pusatnya disana atau disana. Saya ngga bisa menyalahkan memang tapi kata-kata “Saya dulu juga pernah KKN” dan “Ini proposalnya mas” itu mengena banget.

Mari kita bahas satu-satu

Saya dulu juga pernah KKN

“Kalimat ini menggambarkan bahwa dia menghargai usaha saya sebagai panitia dan juga mempunyai gambaran yang sama bahwa KKN itu campur aduk campur batu campur omelan dari temen kelompok dll. Intinya tahu keadaan mahasiswanya meskipun dia bukan dosen saya”

Ini proposalnya mas

Apakah ada orang dimintain dana sponsorship dikasih proposal cuma dilihat sebentar trus dibalikin dan hanya ditulis nomer telponnya aja?
ADA! lha ini ada tho?
Mungkin dia berpikir proposalnya bisa dipakai untuk diajuak ke tempat lain.

Katanya cuma satu hal koq jadi 2? Ya ga papa lah itung- bonus udah pada mau baca postinganku ini. Sooo Sweet

Banyak Pelajaran yang saya ambil saat KKN. Sekarang malah betah di klajuran, disuruh dapet orang situ tapi saya udah punya calon. Maap ya kawan-kawan :D

SEMANGAT!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: