Terbayang perjuangan Soekarno dkk.

Berita di media online, koran, dan televisi membuat saya mekikirkan sesuatu.

“Apakah Orang Indonesia tidak mau menghargai jasa para pahlawan?
Kenapa negara ini begitu carut-marut dan banyak orang yang tak menghargai negaranya sendiri? Apakah Nasionalisme sudah punah?”

Pernah suatu hari saya membaca buku Motivasi Bisnis, didalamnya membahas tentang keinginan untuk berubah menjadi lebih baik.

“Soekarno menggedor semangat rakyat Indonesia untuk bisa merdeka!”

Bayangkan jika Soekarno dahulu yang beridealisme tinggi dan terasa tidak masuk akal pada zamannya mengemukakan pendapat kepada orang-orang disekitarnya. Apa yang mereka katakan? Mungkin akan seperti ini :

“Uwis to le? trimo wae anane piye. Sing priatin. Sing Ikhlash”
(Sudahlah nak? Terima saja kedaannya bagaimana. Prihatinlah. Ikhlaskanlah)

Kebudayaan di Jawa juga mendukung hal tersebut dimana kita harus mau menerima penderitaan dan ikhlash menerima cobaan. Apalagi penjajahan yang sudah ratusan tahun di Indonesia. Bisa jadi sudah menjadi budaya baru harus pasrah dengan Kolonialisme(Penjajahan). Namun Soekarno dengan pikirannya yang sangat SUPER(saya bingung menggunakan kata apa lagi), menyatukan Indonesia dari berbagai suku dan bahasa menjadi satu. Idealisme dan Persatuanlah yang membuat Indonesia kuat.

Kenapa jaman sekarang pahlawan hanya seperti pelengkap buku sejarah?

Apakah kalangan yang tidak menghargai pahlawan dan mau mengisi kemerdekaan tidak takut kualat?

Sehancur apapun akan selalu ada kesempatan untuk Indonesia menjadi lebih baik. InsyaAlloh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: