Reuni SMP Negeri 4 Kebumen angkatan 2005 sangat berkesan

Sejak tahun 2008 saya merasakan kehampaan yang sangat dari momen-momen lebaran yang saya alami. Saat masih SMP saya masih memiliki banyak teman dan juga kakek-nenek masih ada dirumah. Banyak orang yang mampir kerumah untuk silaturahmi dan menjadikan hari-hari lebaran terasa ramai. Apalagi dulu sambil meracik mercon sebelum berbuka puasa hahaha

Begitu pula saat SMA, masih ditemani banyak teman sekolah menjadikan saat-saat lebaran masih terasa ramai dengan hiruk pikuknya. Sebagai murid khan selalu merasakan yang namanya upacara bendera, ulangan harian, tugas-tugas dan yang paing saya suka olah raga bersama-sama.

Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Pejagoan tahun 2008 lebaran terasa hambar. Teman-teman sudah jarang terlihat. Saya yang notabene orang yang cupu(tapi tidak belagu :D) sangat merasa kehilangan. Saya orangnya susah kumpul-kumpul ditempat orang gaul. Apalagi saya juga tidak modis(adakalanya kasihan, kasihan teman saya mbok malu jadi temen saya :P).

Tahun berikutnya di 2008 saya masuk AMIK PGRI Kebumen setelah 3 bulan di Jakarta dan Gagal total. Namun ada hal yang saya pelajari dari kegagalan saya bahwa persiapan itu penting dan menerima kegagalan itu dapat menguatkan mental kita. Menerima kegagalan bukan hal mudah. Mulai dari gagal sekolah dan ditinggalkan orang yang diharapkan kesetiaanya malah mencari yang baru. Sebagian orang memilih untuk mengakhiri hidup ataupun menjadi orang gila saat gagal dalam kehidupan dan percintaan. Namun saya berhasil menjalani semua kegagalan ini meskipun dengan air mata dan rasa malu. Akhirnya saya berpikir, “Inilah kenyataan, sepahit apapun pasti ada hal baik didalamnya”.

Salah satu hal terbaik yang saya dapatkan setelah gagal di jakarta adalah saya jadi punya waktu mengeksplore diri saya di bidang pemrograman. Saya punya lebih banyak waktu ngoprek dengan tmean-teman yang lebih bisa dan jadi mengenal linux. (Tulisan ini saya buat di Ubuntu 11.10). Di AMIK PGRI Kebumen saya benar-benar terpuaskan akan obsesi saya menjadi programmer yang berkompeten meskipun masih dengan arah yang serampangan. Ketidaktahuan akan kenyataan dilapangan tak membuat saya surut untuk tetap belajar. Setelah dijogja saya baru tahu pentingnya belajar IT secara terorganisir. Hasil akan lebih baik dan maksimal.

Hal kedua yang membuat saya bersyukur bisa gagal di Jakarta adalah saya bisa ketemu jodoh di Kebumen meskipun banyak yang membuat saya tertarik namun kebanyakan tidak nyambung dengan saya. Saya orang yang agak aneh, ngga suka neko-neko, idealis yang fleksibel(nah lho bingung khan?), dan cupu(penampilan ngga suka neko2 dan jauh dari modis). Saya juga memiliki banyak bopeng bekas jerawat diwajah. Dulu wajah saya penuh jerawat sebesar kedelai disana-sini dan amis, berair dll. Namun Alhamduliilah sekarang sudah sembuh. Jadi, ada yang mau saja saya sudah bersyukur. Saya tahu diri saja. Meskipun saat di Jakarta saya ditinggal orang yang saya harapkan, namun Alloh memberikan seseorang yang lebih baik sebagai gantinya. Oleh karena itu bagi yang patah hati jangan pernah putus asa. Buktikan mereka akan menyesal meninggalkan kita (we are high quaity not ecek2).

Saya jatuh cinta dengan seorang wanita yang gagal masuk STAN 3x. Itu keren menurut saya, Dia mau mencoba meskipun tidak juga berhasil. Mungkin karena kurang persiapan jadi tidak diterima-terima. Apapun alasannya Tapi kemauan mencobanya itu yang membuat saya salut. Dikehidupan masa lalu saya terbiasa bermain save. Kita harus tahu pasti apa yang kita usahakan pasti berhasil. Saya kurang suka hal ini. Hal yang membuat saya yakin dia jodoh saya adalah feeling. Susah sekali mencari feeling ini. Kalau yang sudah mendapatkan pasangan yang setengah mati dia cintai pasti akan tahu maksud saya ;).

Kahlin Gibran berkata, “Belahan jiwa belum tentu ada dalam 100 tahun bahkan dalam 1 milenium”. Semoga Kami dimudahkan menuju pernikahan. Amien

Sebaik-baik wanita adalah yang baik agamanya, alhamdulillah kalau mau belajar agama bareng. Susah lho nyari yang kayak gini :D. Asikkk. Meskipun saya juga masih menjadi insan yang bobrok.

Kembali ke topik Reuni

Dengan segala lika-liku yang ada dari tahu ketahun semua hampa dan kering rasanya. Bukan karena ada pasangan atau tidak tetapi ada sesuatu yang lain yang hilang. Setelah reuni saya jadi tahu penyebabnya. Jawabannya adalah teman. Saya butuh teman banyak dan kesibukan saya saat ini tidak memungkinkan saya untuk berteman secara intens dengan banyak orang. Kehidupan sangat sibuk tidak seperti dulu.

Bertemu dengan teman-teman SMP Negeri 4 Kebumen angkatan 2005 mengingatkan jaman-jaman dulu waktu masih SMP. Dengan segala masalah, kenakalan dan keadaan yang kadang sulit bahkan krusial. Namun semua berhasil dilalui. Pengalaman buruk lumrah terjadi pada anak-anak dan masa remaja. Bertemu dengan mereka membuat dahaga akan tawa sahabat yang tanpa imbalan dan lepas dengan chemistry yang sudah tak perlu dibangun lagi. Sudah jelas kompak. Terutama teman-teman yang dulu akbrab. Apalagi sudah kangen lama tidak bertemu. Pasti feelnya dapet banget.

Mungkin sebagian ada yang CLBK, ada juga yang sedang mencari istri atau suami, bahkan ada yang bawa pacarnya. Sebagian sudah berubah. Ada juga yang masih seperti dulu. Kebanyakan teman saya masuk SMEA dan STM jadi kebayakan bekerja di PT sudah menjadi makmur. Saya turut bahagia dan ikut terpancing untuk menjemput kesuksesan saya. Namun kuliah masih 1 tahun lagi. Meskipun begitu Pembuktian tetap bisa dimulai lewat jalur bisnis. Bisnis saya belum ada yang berhasil but i want to try again and try again(seperti browser mozilla).

Hal lain yang menjadikan reuni ini sangat ramai adalah games(permainan). Sebenarnya sederhana. Cuma setiap peserta di wajibkan membawa kado selain makanan dan minuman. Dikumpulkan ke panitia dan diberi nomor. Semua peserta mengambil nomor di secarik kertas lalu mengambil kado sesuai nomor yang didapat.

Hal yang membuat ramai adalah saat mendapat kado harus dibuka saat itu juga. Setiap dibuka akan terdengar jerit tawa dari semua penonton. Apalagi ada yang mendapat bando dan Celana Dalam. Ya, kami tertawa puas. Rasa kangen selama 7 tahun terpuaskan sudah. Rasanya plong. Lega sekali. Bahkan banyak yang merasa ingin nambah lagi waktu reuninya.

Dalam Setahun teman-teman cuma bisa pulang sekali. Akhirnya bisa ketemu juga. Facebook memang selalu berkesan bagi banyak orang. FB more than a social network. Its true!. Sayangnya masih banyak yang belum bisa hadir. Bahkan sebagian cuma OMDO di Group dan saat hari H malah tidak berangkat.

Hal lain yang saya dapatkan dari reuni ini adalah sebagai teman kita harus mengakui teman disaat susah dan senang. Bukan saat susah menghubungi teman. Setelah mendapat bantuan dan berhasil lupa akan teman yang sudah membantu. Sungguh ironis ada pribadi yang seperti ini. Semoga saya tak termasuk orang yang tak tau balas budi. Meskipun si budi ngga mau dibalas.

Akhirnya saya bahagia bisa bertemu kaian teman-teman. Do’akan aku agar bisa sukses seperti kalian. Bermantal pejuang seperti kalian. Bahkan ada yang setelah SMP belum sekolah selama setahun kemudian melanjutkan ke SMK. Sekarang sudah menjadi ahli rancang bangun Mal di Kalimantan. Subhanalloh, dulu saya melihat perjuanganmu kawan. Ada juga yang sempat menganggur selama beberapa tahun sebalum diterima bekerja setelah lulus SMK/SMA. Kaian telah melewati hal-hal yang berat dalam hidup dalam kondisi yang nyata.

Sukses selalu untuk kalian teman-temanku? Let’s join our friendship until the end if the time no matter what happen.

it’s most beautiful reunion ever on 21 august 2012

I love you All of my friend <3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: