Pindah kos

Tak terasa sudah hampir setahun dan sekarang sudah di ujung semester 2 di Yogyakarta. Suka duka jadi anak kos memang melekat erat disanan sini. Namun Alhamdulillah saya tidak harus merasakan pahitnya kelaparan berhari-hari. Paling dulu pernah kelaparan malem hari. Maksudnya ngirit tapi tengah malam kruyukan(perut keroncongan), akhirnya keluar kos malam-malam malah dikerjar anjing. (guk guk guk!)

Minggu lalu saya harus memperingatkan tetangga kos yang sudah keterlaluan menurut saya. Dia memainkan musik kerasnya minta ampun. Padahal kamar saya disampingnya. Penasaran dalam hati saya, apakah baterai hapenya tidak gendut? ternyata Saat saya ingatkan ternyata dia main musik saat kondisi hape masih di charge.

Kemudian malam harinya tetangga kos tersebut seperti biasa pulang jam 23.00 wib. Saya tidak tahu dari mana. Kata ibu kos mereka berdua sedang menunggu pengumuman masuk SMA(menurut saya SMA favorit di jogja) karena tak mau dimasukkan ke pondok. Dalam hati saya, apa iya anak mancla mencle begini mau masuk sekolah itu? Itu tempatnya disiplin banget wong iklannya aja juara-juara begitu. Ngga matching lah.Di kos saja tidur melulu.

Nah, saat setelah mereka pulang saya tidur. Jadwalnya merem memang tak bisa ditolak. Seperti biasa mereka main kartu sampai pagi. Saya cuma berpikir apa mereka tidak capek? Akhirnya pada waktu pukul 02.30 WIB. Saya terbangun. Mereka main kartu rame sekali sambil berkata (maaf) asu asu(asu=anjing dalam bahasa jawa) terus serta memutar musik tiada henti.

Posisi saya sedang capek, banyak tugas, sedang banyak order laporan dari dosen, tugas kelompok dikerjakan sendiri, capek udah akhir pekan, proyek ngga ada yang bener, belajar ngga ada waktu, ngga mau bersih-bersih, musikan terus. Apa mereka tidak tau kalau telinga juga butuh istirahat?

Akhirnya setelah saya pikirkan matang-matang dan browsing sana-sini saya putuskan pindah kos. Meskipun kebrisikan mereka jadi salah satu alasan namun alasan utama saya pindah adalah keluar dari zona nyaman. Kos-kosan lama memang sangat nyaman. Deket masjid, bayar cuma 160rb sudah termasuk listrik tapi terasa menyewa satu rumah. Apalagi dulu waktu jaman masih pertama kos disitu. Cuma saya yang ada disana.

Semoga ini menjadi awal dari kesuksesanku! Amien!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: