Dikira hutang rokok

Selasa pagi saya sedang mandi bersiapsebelum mengeerjakan tugas java yang ternyata satu kelas cuma saya yang mengumpulkan. (yang lain tak ada yang mengerjakan. Padahal tugas kemarin saya sudah mengerjakan tapi karena teman-teman tidak ada yang mengumpulkan saya jadi rikuh(ngga enak) kalau ngumpulin sendirian.) Kebuetulan dosen nodong tugas pas yang lain belum datang. Aman. Kembali ke rokok :D

Saat saya mandi ada yang memanggil-manggil. Ternyata dia bapak-bapak pemilik warung dekat kos katanya mas X ada hutang rokok 52 ribu. Katanya mau nolong orang ya diutangin. Saya berpikir kok mau-maunya ngutangin orang yang tak dikenal? Setelah saya jelaskan panjang lebar akhirnya bapak itu pergi.

Tak sampai lima belas menit datang lagi yang nagih tapi ibu-ibu. Menanyakan orang yang sama. Nah saat ibu-ibu bicara dengan saya, bapak-bapak yang tadi muncul lagi. Dan ternyata bapak-bapak itu menanyakan kepada si ibu-ibu yang diperkirakan sebagai istrinya

Bapak-bapak : “Bu, yang itu bukan orangnya bu?”
Ibu-ibu : “Bukan pak.”

Tik tok tik tok otak saya berputar-putar dan akhirnya saya mendapatkan kesimpulan bahwa saya dituduh yang hutang rokok oleh si bapak-bapak karena si bapak tak tahu wajah si penghutang rokok.

Percuma saya menjelaskan panjang lebar, malah saya yang dikira ngutang. Mengecewaka dah si bapak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: