Selamat Jalan Kakek Wasidi, Tawamu Menghiasi Hidupku Kawan

Setiap magrib, isya, subuh Mushola dekat rumah saya di Kebumen bergema suara adzan dari seorang kakek dengan senyum ramah nan menyenangkan. Meskipun kadang harus “Puji-pujian”(Melantunkan lagu/tembang sambil menunggu jamaah dan imam datang) hingga satu jam lamanya. Keringetan deh bajunya.

Namun beberapa bulan ini tak pernah terlihat kakek yang sering bercanda dengan saya ini. Dia tidak gila hormat, dia selalu ramah, jarang marah, jarang sekali mengeluh dengan nada tinggi, gaya bicaranya menggambarkan kesabaran.

Namun hari kemarin, 4 Desember 2011 Engkau harus menghadap Sang Ilahi. Semoga langkah kakimu yang khas dapat menjadi kekuatan di padang mahsyar nanti. Adzanmu kan menyelamatkanmu dari siksa kubur dan neraka. Kebiasaan berjamaah semasa sehat menjadi pelita di alam sana.

Selamat jalan kawan ku,…

Semoga Alloh mengijabah seluruh pintamu dan menjadikan engkau termasuk kaum yang beruntung (mendapatkan jannah).

Amien,…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: