bule bertanya: “Kenapa koruptor pandai bisa tertangkap oleh aparat?”

Suatu hari ada seorang bule yang menonton TV di Indonesia. Dia sedang makan di warung makan sangat super sederhana milik ibu yati di daerah Nitipuran dekat Kampus Universitas PGRI Yogyakarta.

Bule : “Kenapa itu orang Indonesia suka sekali korupsi a? Setahu saya orang Indonesia itu pintar berhitung masa ada yang korupsi sampai tidak tahu?”(sambil makan telor dadar campur kecambah + kubis)

Bu Yati : “Sepertinya koruptor yang ketangkep memang pandai berhitung Pak Mas Bule. Koruptor yang tertangkap itu memang pandai mengkali, menambah, dan mengurangi. Tapi tidak pandai membagi.”

Bule : “What the kamsud?”(artinya: “Maksyut looo?”)

Bu Yati : “Ya pinter menambah anggaran, mengurangi pajak, mengkali biaya tapi tidak pinter membagi ke kanan, ke kiri, ke atas, ke depan, ke blakang. Mau nambah Pak Mas Bule?”

Bule : “Saya pesan nasi goreng koruptor 1.”

Bu Yati : “Pake dollar lho bayarnya?”

Bule : “Iya lah bu. Kaya kue beh, kesuwenlah. Aku kenchot kie”(yes, mrs. Don’t take more time please.)

Bu Yati : “Lho! Koq ngapak mas?”

Bule : “Suwe nang kebumen bu? :P”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: