Cara menjadi penulis yang baik

Bahan Nulis Blog

Tutorial cara menulis  di Blog. Panduan ini berlaku di Blogger Blogspot WordPress dan blogging platform lainnya seperti Movable Type (MT), Joomla, TypePad, dll

Kesulitan bahan untuk menulis di blog Anda? Buntu ‘ilham’ alias kosong inspirasi untuk update blog Anda? Tidak usah kuatir. Anda bisa nulis dalam waktu 10 menit setiap hari sambil makan siang di warteg (asal warteg-nya pake internet). Tidak usah pake ilham atau mood-mood-an segala. Tulis dg mudah dg cara praktis berikut ini:

1. Kunjungi salah satu blog yg Anda tahu.
2. Baca posting terbaru atau artikel yg Anda anggap menarik.
3. Login ke blog Anda, dan tanggapi tulisan di blog sebelah tsb. Panjang respons terserah Anda, satu atau dua paragraf, atau 10 paragraf tidak masalah. Blog kan milik sendiri.
4. Selesai. Lakukan hal yg sama setiap hari, setiap Anda online.

Oh ya, jangan lupa memuat live-link artikel yg Anda respons untuk menarik perhatian blogger yg ditanggapi. Bagi jamaah blogger wordpress, Anda bisa memanfaatkan fasilitas trackback atau lacak balik waktu memposting. Trackback adalah fasilitas khusus wordpress yang berguna untuk memberi ping atau, istilah saya, “komentar jarak jauh”.

Formula trackback adalah

1. link posting + trackback. Contoh, saya akan mentrackback link http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/kamus-online/ maka tinggal nambah kata ‘trackback’ di akhir link menjadi –> http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/kamus-online/trackback/

2. Taruh link trackback di atas di kotak trackback/ lacakbalik yg letaknya di bawah kotak posting.

3. Pasang link artikel yang Anda trackback di posting Anda. Contoh, http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/kamus-online/

4. Selesai nulis posting, klik ‘tampilkan’ atau ‘publish’. Dalam waktu singkat, link blog Anda akan nongol di halaman komentar blog yang Anda trackback. Tak percaya? Coba saja.

Bagaimana Supaya Produktif Menulis

Tutorial cara menulis  di Blog. Panduan ini berlaku di Blogger Blogspot WordPress dan blogging platform lainnya seperti Movable Type (MT), Joomla, TypePad, dll

Kesulitan bahan untuk menulis di blog Anda? Buntu ‘ilham’ alias kosong inspirasi untuk update blog Anda? Tidak usah kuatir. Anda bisa nulis dalam waktu 10 menit setiap hari sambil makan siang di warteg (asal warteg-nya pake internet). Tidak usah pake ilham atau mood-mood-an segala. Tulis dg mudah dg cara praktis berikut ini:

1. Kunjungi salah satu blog yg Anda tahu.
2. Baca posting terbaru atau artikel yg Anda anggap menarik.
3. Login ke blog Anda, dan tanggapi tulisan di blog sebelah tsb. Panjang respons terserah Anda, satu atau dua paragraf, atau 10 paragraf tidak masalah. Blog kan milik sendiri.
4. Selesai. Lakukan hal yg sama setiap hari, setiap Anda online.

Oh ya, jangan lupa memuat live-link artikel yg Anda respons untuk menarik perhatian blogger yg ditanggapi. Bagi jamaah blogger wordpress, Anda bisa memanfaatkan fasilitas trackback atau lacak balik waktu memposting. Trackback adalah fasilitas khusus wordpress yang berguna untuk memberi ping atau, istilah saya, “komentar jarak jauh”.

Formula trackback adalah

1. link posting + trackback. Contoh, saya akan mentrackback link http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/kamus-online/ maka tinggal nambah kata ‘trackback’ di akhir link menjadi –> http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/kamus-online/trackback/

2. Taruh link trackback di atas di kotak trackback/ lacakbalik yg letaknya di bawah kotak posting.

3. Pasang link artikel yang Anda trackback di posting Anda. Contoh, http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/kamus-online/

4. Selesai nulis posting, klik ‘tampilkan’ atau ‘publish’. Dalam waktu singkat, link blog Anda akan nongol di halaman komentar blog yang Anda trackback. Tak percaya? Coba saja.

8 Tips Menulis Konten Blog yang Baik

Oleh Satria Nugraha, penggiat bisnis online yang sangat aktif membuat konten :D

Entri ini berisi 8 tips membuat tulisan yang menarik berdasarkan pengalamannya di bisnis online yang banyak bersinggungan dengan konten :D

Blogging Tips: Menulis Artikel Blog Secara Efektif

oleh Ivan Sielegar, blogger NavinoT yang tulisannya sangat memicu komentar-komentar cerdas berdatangan :D

5 Tips Menulis Blog untuk Orang Sibuk

Anda merasa diri anda sibuk tapi tetap ingin ngeblog? Baca tips-tipsnya dari blog yang dikelola oleh seseorang yang berkecimpung di industri kreatif

4 Tips Dasar Menulis di Blog

oleh Hning Brahma Kumara. Salah satu blogger yang sangat passionate akan blogging yang saya tahu. :)

Tips menulis posting cepat

Kenapa saya membutuhkan waktu yang lama hanya untuk membuat sebuah posting? Bagaimana sebetulnya menulis dengan efektif, tak buang waktu?

Begitulah pertanyaan yang sering diajukan beberapa blogger yang belum terbiasa menulis, membuat posting. Ini memang pertanyaan yang umum. Bahkan seorang penulis kawakan pun sering kali membutuhkan waktu panjang untuk menulis.

Meski begitu, bukan berarti tiada jalan menyiasatinya. Berikut ini ada 5 tips menulis cepat:

1. Tutup aplikasi lain
Ketika hendak menulis, cobalah fokus dan berkonsentrasi. Jangan bukan pelbagai macam aplikasi, kecuali program pengolah kata. Hentikan dulu aktivitas chatting, tutup program Yahoo! Messenger. Menulis sambil berbincang dengan orang lain butuh kemahiran membagi konsentrasi. Lebih baik fokus pada satu hal saja: menulis. Lalu tutup program email. Hentikan dulu kegiatan membaca surat-surat agar pikiran tertuang hanya ke bahan tulisan. Tentu saja masih boleh membuka satu perambah Internet kalau-kalau sampean butuh bahan rujukan tertentu. Tapi, segeralah tutup kembali program itu begitu sampean menemukan yang dicari.

2. Riset
Sebelum menulis, seyogyanya sampean melakukan riset kecil-kecilan untuk mengumpulkan bahan tulisan. Riset akan membantu sampean melengkapi tulisan. Kualitas tulisan akan ditentukan oleh hasil riset tersebut. Dengan melakukan riset, tulisan sampean akan lebih dalam dan kian bermutu.

3. Buatlah jadwal
Penjadwalan akan menghemat waktu menulis. Tentukan waktu yang dibutuhkan untuk setiap bagian tulisan. Sampean, misalnya, sudah menetapkan target waktu 1 jam untuk membuat sebuah tulisan lengkap. Bagilah target waktu itu. Tentukan berapa menit untuk menentukan gambar pelengkapnya, berapa menit untuk riset, membuat judul, dan seterusnya.

4. Baca ulang
Setelah selesai menulis, jangan buru-buru ditayangkan. Sempatkan sejenak untuk membaca ulang. Siapa tahu ada ejaan yang perlu dikoreksi. Penyebutan yang salah. Data yang tak akurat.

5. Suntinglah sampai sampean puas

Begitu tulisan siap tayang, lihatlah sekali lagi. Apakah penempatan gambar pendamping sudah pas? Apakah sampean sudah mencantumkan nama si fotografer sebagai kredit foto yang sampean gunakan? Apakah tulisan itu sudah sesuai dengan tujuan sampean semula? Jika belum, suntinglah lagi. Manfaatkan waktu yang tersisa untuk melakukan pengecekan terakhir.

Menulis posting yang bermutu memang bukan pekerjaan gampang, tapi bila sampean sudah menyiapkan diri dan mengikuti tahap-tahapnya dengan benar, bukan tak mungkin karya sampean akan selalu diingat orang …


Menulis Itu Gampang

Semenjak saya rutin menulis blog Internet Marketing, Strategy & Business di blog korporat Virtual Consulting, banyak yang bertanya bagaimana sih cara menulis yang baik. Saya sesungguhnya bukan penulis piawai. Kalau dibandingkan dengan tulisan renyah sesama blogger, Yodhia Antariksa, yang mengasuh blog Strategi+Manajemen, tulisan saya terasa hambar. Atau, bandingkan dengan Ucu Agustin, yang begitu puitis dan dalam. Atau bandingkan dengan Vandi yang masih SMP kelas 2 saat ini, tulisan saya biasa saja. Jadi agak malu juga berbagi di sini.

Tapi, daripada menjawab satu-satu dan personal, saya coba tuliskan di sini, siapa tahu lebih bermanfaat bagi yang lain. Syukur-syukur kedua orang yang saya sebutkan di atas mau berbagi di sini juga. Jika Arswendo pernah menulis buku “Mengarang itu Gampang” — dalam kaitannya dengan penulisan buku, cerpen, dan sejenisnya, maka saya ingin menulis “Menulis itu Gampang” dalam kaitannya dengan blog, bisnis dan sejenisnya.

Menulis itu sama pentingnya dengan berkomunikasi lewat ucapan. Bahkan dalam beberapa hal, komunikasi tulisan jauh lebih mengena ketimbang ucapan. Menulis konsep, proposal, minutes meeting, laporan, perjanjian kerja sama atau membuat presentasi dan segudang keharusan menulis sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kerja kita sekarang ini. Tak jarang, kita bisa menilai kemampuan mitra kerja, anak buah, mitra bisnis, dari tulisan mereka. Pernah dalam sebuah meeting, saya minta semuanya membuat minutes meeting. Hasilnya seperti yang saya duga: yang pintar mampu membuat minutes meeting yang ringkas, tepat dan gampang dimengerti. Yang kurang pintar, sebaliknya.

writing.jpg

Tak jarang saya menemukan orang pintar yang tidak lolos seleksi tahap awal lamaran kerja karena surat lamarannya biasa-biasa saja. Sering saya menemukan kasus proposal yang ditulis dengan baik dan menarik berhasil menyingkirkan proposal lain yang meski konsepnya sama namun ditulis kurang baik.

Menulis memang kelihatannya sepele. Tapi mengapa bagi kebanyakan orang, menulis merupakan hal yang sulit meski dalam bercakap-cakap mereka tidak mengalami hambatan? Mengapa kita sering menemukan kesalahpahaman terhadap tulisan orang daripada percakapan orang? Mengapa kita merasa lebih mudah mengungkapkan dengan kata-kata ketimbang dengan tulisan?

Apakah kemampuan menulis itu memang bakat, seperti halnya orang bakat bicara, pidato, negosiasi dan lain-lain?

Bagaimana kita bisa lancar menuliskan apa yang ada di otak kita?

Sabar. Tunggu lanjutannya.

Mulailah Menulis Sejak Dini

Bagi sebagian orang, menulis itu dianggap sebagai kemampuan yang bisa diasah. Bukan sekadar bakat. Bakat kalah dengan latihan keran dan rutin. Maka, kalau ingin bisa gampang menulis, mulailah sejak usia dini. Kebetulan saya mengenal seorang peblog kelas 3 SMP di SMP I Blitar, yang ngeblog sejak tahun lalu. Vandy Rahmat Pradiktya namanya. Banyak blognya. Namun hanya satu yang saat ini jadi blog pujaannya: Vandi165. Angka 165 ia pilih karena terinspirasi oleh ESQWay165 Ary Ginanjar. Saya meminta sudut pandangnya mengenai topik Menulis itu Gampang.

Inilah sudutpandang Vandi yang dipersembahkan khusus untuk Sudutpandang.com.

vandi: Menulis Itu Gampang, Mulailah Sejak Dini

ket.foto: Satu-satunya foto Vandy Rahmat Pradiktya yang beredar di Internet

Blitar, 14 Maret 2008.

Menulis adalah hal yang mudah jika kita memulainya sejak kecil. Biasakan menulis hal hal kecil setiap hari seperti menulis catatan harian setiap hari. Jika sejak kecil kita sudah terbiasa menulis, maka saat kita dewasa nanti menulis merupakan hal yang mudah dan sudah biasa layaknya berbicara dengan orang lain. Jadi mulailah menulis sejak kecil *kalo kamu udah besar ya mulai dari sekarang*.

Cara terbaik untuk mulai menulis menurut versiku adalah dengan membaca. Menurutku, menulis itu berawal dari membaca. Saat kita membaca, maka sebenarnya kita sedang belajar menulis. Sebagian besar ide yang kita tulis pasti berasal dari membaca. Kesimpulannya, agar menulis menjadi lebih mudah, kita harus lebih banyak membaca.

Selain membaca, kita juga harus mencari cara menyampaikan informasi atau style tulisan kita. Membuat style tulisan kita sendiri adalah hal yang sangat sulit, namun jika berhasil, ini adalah jurus yang ces-pleng J. Untuk membuat tulisan yang bagus tidak perlu membuat style kita sendiri *kalo bisa ya gak papa sih malah lebih bagus*. Kita cuma perlu menyatukan style tulisan-tulisan orang lain menjadi sebuah style baru *kan = bikin style baru*. So, Mulai sekarang, bikin style baru !!!

Cara memulai menulis yang paling gampang adalah menulis yang pendek-pendek. Praktek yang paling gampang adalah dengan menulis posting kron di layanan microblogging. Yang bikin gampang, layanan ini membatasi jumlah karakter dalam posting kita hanya 140 karakter. Dengan jumlah yang sedikit itu, kita tidak perlu terlalu banyak mencari ide, sehingga akan lebih mudah untuk belajar menulis. Tulis posting kron sebanyak banyaknya sampai kita merasa kurang tempat untuk menulis. Inilah saat yang tepat untuk berpindah ke blog yang sebenarnya.

Ini tips yang mungkin sebagian orang tidak suka tapi bisa membuat banyak orang tertarik untuk terus membaca. Yaitu menggunakan emoticon. Jika kamu menulis menggunakan text 100%, tulisanmu akan terasa hambar, kecuali style mu memang bagus. Emoticon akan menggambarkan emosimu saat menulis, memberi warna pada tulisanmu, dan menambah “rasa” pada tulisanmu.

Sekarang, mari kita gabungkan keempat tips diatas.

1. Pertama baca referensi untuk hal yang akan kamu tulis. Semakin banyak referensi, semakin berkualitas pula tulisanmu.
2. Lalu, cari beberapa style tulisan yang kamu anggap bagus lalu gabungkan. Buat style mu seunik mungkin namun tetap mudah dipahami *ini contohnya*.
3. Mulai menulis posting-posting kron yang disertai emoticon atau smiley yang sesuai ;) . Semakin lama, tulisanmu akan semakin panjang. Ketika mencapai panjang maksimum, berpindahlah ke layanan blogging yang sebenarnya *bukan kron lagi*.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: