Memulai bisnis karena rubik

Sebelum tahun 2011 saya sudah 2 kali membeli rubik yang notabene terlihat seperti mainan tidak berguna. Namun bagi saya rubik menghadirkan kepuasan tersendiri seperti halnya saat kita bermain catur dan memenangi permainan dengan lawan.

Dahulu permainan rubik saya yang pertama saya beli dari Pasar Manuk(Koplak, Kebumen). Kalau tidak salah saat saya masih SMP. Harganya saya lupa berapa tepatnya. Tampilan warnanya hanya menggunakan stiker saja. Karena frustasi tak bisa menyelesaikan rubik tersebut akhirnya saya bongkar. Eh, malah tidak bisa memasangnya lagi.

Rubik yang kedua adalah saat saya mengikuti kursus gratis menjahit di BLK tahun 2011. Teman kampus saya yang juga ikut kursus disitu, Rofingatun menanyakan kepada peserta lain yang bernama Mochamad Yugo Aryadi apakah dia bisa bermain rubik. Dia ingin membuat rekor di rumahnya agar menjadi satu-satunya orang yang mampu menyelesaikan rubik.

Ternyata Mas Yogo bisa bermain rubik. Akhirnya setelah sisimulasikan dibuatlah rumus-rumus rubik agar bisa terselesaikan rubik yang teracak.

Dari rumus negatif, sampai rumus ikan juga ikut-ikutan dalam perumusan ini. Pada awalnya saya meminjam rubik punya Mba’ Rofi namun karena waktu ngantri yang lama akhirnya saya memutuskan untuk membeli sendiri.

Di Pasar ikan saya membeli Rubik kedua saya. Namun umurnya hanya beberapa hari karena pada saat saya mainkan diatas tikar kasur. Rubik tertutup selimut. Saya tidak tahu kalu saya menaruhnya disana.

Kebiasaan seseorang yang melihat tikar kasur adalah duduk dengan seenaknya. Akhirnya bunyik “Kregtek!!!“. Wow! Rubik saya remuk kedudukan oleh saya yang notabene memiliki berat badan 61Kg.

Setelah itu saya memutuskan untuk membeli rubik yang bagus. Harga yang lebih mahal tidak menjadi masalah asalkan enak dipakai. Setelah Mba’ Rofi bisa, akhirnya saya minta diajari oleh mereka berdua.

Setelah beberapa bulan saya berlatih dengan arahan dan rumus yang sudah saya catat. Beberapa hari yang lalu(saya lupa tepatnya) akhirnya saya bisa mengerjakan rubik tanpa mencontek rumus. Alhamdulillah,…

Dari hal tersebut dapat diambil bahwa :

  1. Kita mungkin tidak bisa mengerjakan suatu hal. Namun dengan adanya mentor maka perjalanan akan lebih singkat dan lebih mudah
  2. Sesuatu yang kita anggap sulit karena kita tidak tahu caranya. Kalau kita tahu caranya maka semua akan menjadi mudah

Itulah yang jika diterapkan dalam dunia bisnis saya yakin akan menunjang keberhasilan sebuah bisnis. Bahkan banyak bisnis.

Amien?

I’ll try it

2 Comments to “Memulai bisnis karena rubik”

  1. main rubik ga susah-susah amat kok. saya belajar main rubik 3x3x3, tutorialnya cari di internet. rumus2nya sudah ada, untuk layer 1 dan 2 sangat mudah, siapapun pasti bisa. kecuali layer 3, memang rada susah, sy juga cuma hapal rumusnya saja kalau untuk layer 3 hehe :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: