pengantar web design

Pengantar Web Desain – 1

Web desain bagi sebagian orang hanyalah pekerjaan remeh-temeh, pekerjaan copy-paste!
Buat saya, web desain adalah pekerjaan yang serius dan menyenangkan.
Perbedaannya ada pada ilmu dan idealisme (standar) yang digunakan oleh seorang desainer. Saya sendiri tidak membedakan antara content creator dan interface designer, saya menggabungkan keduanya dan menyebutnya web desainer. Terserahlan apakah definisi udel saya ini benar atau salah, silahkan di diskusikan!

Dalam tulisan ini saya akan menuliskan pengalaman pribadi saya dalam mendesain, jadi harap dibedakan dengan web designer lain yang saya yakin memiliki proses belajar dan proses kreatif sendiri.

Proses belajarku sendiri (maaf saya menggunakan kata aku dan saya seenaknya!) seperti belajarku yang sudah-sudah, gue banget gitu. Aku belajar sejak pertama kenal internet (thn 2000-an awal, tetapi baru ngeh dan terima order awal 2007 (atau 2006, lupa) lalu. Website pertama yang aku kerjakan adalah lomboktrekking.com.

Pekerjaan lomboktrekking.com dititik beratkan pada pembenahan content. Dan penyederhanaan interface. Waktu itu aku masih belum kenal CSS dan XHTML, sedangkan pengetahuanku tentang HTML juga pas-pasan, apalagi PHP-MySQL, apaan tuh?
Lucunya juga, lomboktrekking.com awal itu tidak menggunakan doctype apapun! Syukurnya, google manut aja, pemilik web tidak keberatan (tahu?).

Bedanya dengan lomboktrekking.com yang sekarang adalah, aku menggunakan template jadi untuk mempercepat pengerjaan, karena pemilik web maunya sistem “3 hari jadi”.

Dalam proses belajar, anda perlu mempelajari beberapa standard:

  • XHTML (saat ini versi 1.1)
  • CSS (saat ini versi 2)

Selain dua standard di atas, anda perlu juga mempelajari:

  • PHP
  • MySQL
  • Javascript

Kalau ada waktu untuk belajar terus, pelejari juga:

  • Web 2.0 Technology (yg gue tahu cuma ajax!)
  • Effective SEO

Kelengkapan lainnya selain bahasa-bahasa di atas, anda harus tahu juga

  • Design Grafis, minimal mengenal format file image dan cara memotong gambar. Untuk pemula (dan penderita kanker) saya menyarankan photofiltre.
  • Flash Technology
  • Dan lain-lain yang kalau mau di rinci jumlahnya bisa banyak sekali dan sampai tua belajarnya.

Dalam proses design, anda harus mengenal metode:

  • MBS = Mendesain Berdasarkan Sasaran
    Sebuah metode ciptaan saya sendiri yang maksudnya, mendesain berdasarkan target-target anda sendiri. Biasanya ini berlaku untuk proyek-proyek pribadi.
  • MBO = Mendesain Berdasarkan Order
    Metode ini saya ciptakan untuk membatasi kemauan saya (dan juga resource saya pribadi) untuk sebuah proyek berbayar dari klien.

Perbedaan mendasar keduanya adalah, dalam MBS saya tidak membatasi diri dan biasanya menerapkan ilmu-ilmu baru hasil temuan saat “jalan-jalan” atau ilmu hasil rekayasa pribadi.
Dalam MBO, saya harus membatasi keinginan sendiri walaupun menurut saya itu benar dan standar. Dan mengikuti kemauan klien, apalagi kalau klien itu ngotot.

Nah, sampai sini dulu pengantar dari saya, mudah-mudahan penasaran!
Kalau penasaran, dilanjutin. Kalau tidak penasaran, yah maap, kurang dopping ni.

original resource from here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: