Pengalaman pertama mebuat dan mengirimkan surat lamaran

Hari ini untuk pertama kalinya saya membuat surat lamaran dan mengirimkannya meskipun secara langsung. Sejak SMA bahkan SMP memang sudah sering membuat surat lamaran terutama untuk mata pelajaran bahasa indonesa.

Namun klai ini berbeda dimana saya harus benar-benar memperhatikan penulisan dan segala macam aturan yang ada. Hari kemarin browsing di internet cara membuat surat lamaran. Sorenya saya membuat sesuai dengan data saya sendiri. Akhirnya karena ngantuk saya putuskan memprint hari berikutnya(RED: Hari ini).

Subhanallah ! ketika surat lamaran yan g saya ketik tadi malam ternyata hilang! Paniklah saya, mengetik ulang mau tidak mau harus saya lakukan kembali.

Menyiapkan surat lamaran, riwayat hidup, foto copy ktp, pas foto, foto copy ijazah terakhir dan foto copy sertifikat pelatihan/ kursus yang pernah saya ikuti. Padahal di pagi ini saya harus menjadi panitia di SMP Negeri 3 Kebumen sebagai panitia Penerimaan peserta didik baru. Jam 7 surat-surat pendukung belum lengkap semua (belum mandi pula).

Berangkatlah ke tempat foto copy unatuk menggandakan sertifikat dan ijazah sekaligus membeli stopmap. Setelah semuanya lengkap saya serahkan ke sekolah yang kata dosen saya Bapak Heru Krisdiyantoro, S.Kom membutuhkan staf IT web Administrator. Begitu sampai di sekolah yang dituju, saya bertemu dengan kepala TU. Ditanyai bahasa pemrograman apa yang dikuasai, dan sebagainya. Hal yang saya takutkan terjadi. Ditanyai soal jaringan ! arghhhh

“Bandwidth manajemen biasanya pake apa mas?”

“Server apa yang dipahami?”

Jawab saya “Jujur saja pak, saya aslinya web programmer dan tidak begitu memahami jaringan”

Padahal saya seumur-umur pegang server cuma sekali, VPS itu juga beli sendiri karena pengen punya website dengan  space yang cukup besar, 10 GB ! Setelah selesai saya diberi tahu bahwa “Nanti bila ada formasi tersebut Anda saya hubungi lagi” oleh Kepala TU.

Kesimpulan dan hikmah yang saya ambil dari kejadian ini adalah “Zaman sekarang kita harus menguasai banyak keahlian agar bisa digunakan di dunia kerja. Semakin sedikit kemampuan kita maka semakin kecil kemungkinan kita untuk bersaing”

**Kesimpulan diatas tidak berlaku jika Anda menjadi PENGUSAHA !   Salam Sukses !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: