Terkabulnya Do’a orang yang kesulitan

Cerita ini terinspirasi dari apa yang terjadi dari sahabat temen saja (jauh amat ya sumbernya). Tapi InsyaAllah bisa menjadi perhatian dan renungan serta motivasi tentunya? Cerita ini di gubah sedemikian hingga tanpa menyebutkan nama asli pelaku. Semoga Bermanfaat? Apakah halal harta yang di ambil dari pekerjaan yang merupakan hasil dari Cerita ini terinspirasi dari apa yang terjadi dari sahabat temen saja (jauh amat ya sumbernya). Tapi InsyaAllah bisa menjadi perhatian dan renungan serta motivasi tentunya? Cerita ini di gubah sedemikian hingga tanpa menyebutkan nama asli pelaku. Semoga Bermanfaat?

Apakah halal harta yang di ambil dari pekerjaan yang merupakan hasil dari “suap” agar bisa masuk kerja? Itulah yang terbersit dalam pikiran seorang maman. Hampir berbulan-bulan dia berpikir demikian karena ia tidak begitu yakin akan kehalalan harta yang didapatkan dari pekerjaan yang merupakan hasil dari suap. Dari sisi kemanusiaan dan Pancasila saja sudah salah apalagi dari sisi agama Islam. (Wallohu’alam?).

Beberapa tahun sebelumnya maman ditawari bekerja di salah satu tempat yang comfort, enjoy, and bonafit. Tapi syaratnya dia harus membayar sejumlah uang yang nominalnya kurang lebih bisa untuk membeli motor baru satu biji saja dengan merek yang lumayan bagus. Dia cuma manggut-manggut aja walaupun hatinya merasakan keraguan yang sangat.

Zaman tekhnologi memudahkannya mencari apa yang ia anggap sebagai sesuatu yang benar. Google di jadikan sasaran rasa penasarannya akan kehalalan seuatu pekerjaan yang dihasilkan dari praktek suap. Walaupun sebenarnya hatinya sudah jelas-jelas menolak, namun agar lebih mantab diapun mencari literatur di internet.

Setelah beberapa saat kemudian Maman menemukan sebuah website konsultasi dengan ustadz yang salah satu artikelnya sesuai dengan apa yang ia cari. Kesimpulan dari artikel tersebut adalah

“Harta yang di ambill dari pintu yang HARAM maka HARAM pula seluruh harta yang ada di dalam pintu tersebut. Bila sudah terlanjur mendapatkan pekerjaan dengan cara tersebut maka bertaubatlah solusi yang paling baik.”

Dengan membaca hal itu Maman sudah yakin bahwa hal tersebut itu dilarang agama. Apalagi ada hadist nabi yang menyatakan bahwa ibadah dari daging yang berasal dari harta haram tidak diterima selama 40 hari. Ada pula hadist lain yang menyatakan bahwa doa orang yang makan harta haram tak akan dikabulkan olah Allah ‘Azza wa Jalla.

Parahnya sang Orang tua maman sudah ngeh alias setuju dengan tawaran dari bapak-bapak yang ingin “menyalurkan” kerja tadi. Walhasil pening bukan mainlah si Maman. Bagaimana cara menolak perintah orang tua yang menyusuh kepada kemungkaran. Gimana nanti kalau punya keluarga dan punya anak bisa hidaup sejahtera dunia akhirat kalau harta yang dimakan saja udah haram. Ibarat kata “tinggal nunggu jemputan ke neraka”.

Saking bingungnya maman cuma bisa berdoa  kepada Allah SWT dan berusaha menjadi pribadi yang berkompeten di bidang yang ia sukai. Belum sampai Maman tamat sekolah sarjana, Subhanallah? Bapak-bapak “penyalur” pekerjaan tadi ternyata meninggal dunia. Sungguh Maman tidak menyangka jika Allah akan memberikan solusi yang sangat dahsyat seperti ini. Yang dia prediksikan sangat jauh dari hal ini. Apalagi sampai Allah buat orang itu meninggal.

Sekarang pupuslah harapan Orang tua Maman agar bisa langsung diterima kerja namun betapa Takjubnya hati, jiwa dan pikiran Maman. Allah mengijabahi doanya yang sangat kecil kemungkinan menurut Maman bisa menghindar dari hal tersebut.

“Saat seseorang sedang kesulitan, biasanya mereka akan berharap-harap cemas, pasrah dan tawakkal kepada Allah. Jika kita sering lalai di saat senang, bisa jadi Allah ingin agar kita tetap dekat dengannya dengan cobaan-cobaan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Tahu yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.”

NB : Bila ada kemiripan nama dan karakter maupun cerita ini hanya ketidak sengajaan dan hanya sebagai pendukung agar pembaca memahami maksud dari pesan yang hadir dari kisah tersebut.

Semoga Bermanfaat?

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: