Perbedaan antara XHTML Transitional dan XHTML Strict

Perbedaan antara XHTML Transitional dan XHTML Strict

Ditulis oleh Dhimas Ronggobramantyo

Jika kita membicarakan masalah Web Standard, maka kita harus mengetahui tentang XHTML (Silahkan baca artikel mengenai dasar XHTML terlebih dahulu). XHTML sendiri dibagi menjadi 3 model, dan 2 diantaranya yang paling banyak digunakan adalah XHTML Transitional dan XHTML Strict.

XHTML Transitional vs XHTML Strict

Bagi anda yang ingin beralih ke teknologi XHTML, cara yang paling mudah adalah dengan beralih ke XHTML Transitional terlebih dahulu. Karena jika anda langsung beralih ke XHTML Strict anda akan kaget ketika mengecek validasi website anda, karena akan terdapat banyak error. Kenapa bisa begitu? hal ini dikarenakan semua bagian untuk mempresentasikan / layout website diatur oleh CSS.

Yang pertama-tama perlu diketahui adalah, kita mendeklarasikan apakah file kita XHTML Transitional atau XHTML Strict. Dengan mendeklarasikan file kita, maka Search Engine, browser dan validator dapat mengetahui jenis dokumen kita termasuk tipe apa. Inilah deklarasinya:

XHTML 1.0 STRICT

<!DOCTYPE html
PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Strict//EN" 
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-strict.dtd">

XHTML 1.0 TRANSITIONAL

<!DOCTYPE html
PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" 
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">

Saya yakin anda sudah mengerti yang itu, karena saya sudah pernah membahasnya diartikel saya mengenai dasar XHTML. Kita langsung saja membahas apa yang tidak boleh pada XHTML Strict.

Tag HTML yang tidak digunakan lagi

Oke, pada XHTML strict beberapa tag HTML tidak digunakan lagi. Alasannya biasanya karena penggunaan tag tersebut bisa digantikan di dalam CSS. Yaitu tag <u>, <center> dan <font>. Tag <u>yaitu tag untuk membuat garis bawah sudah tidak dipakai lagi, karena pada CSS kita bisa menggunakan text-decoration:underline;. Demikian pula untuk <font> yang didalam CSS bisa kita ubah sesuka hati, serta <center> yang bisa digantikan dengan text-align:center; di CSS.

Ada lagi tag-tag HTML yang dihilangkan tetapi diganti dengan tag lainnya yaitu <i> yang diganti dengan <em> dan <b> yang diganti dengan <strong>

Ada lagi tag HTML penting yang tidak digunakan lagi yaitu <iframe>. Jadi bagi anda pengguna frames maka berhati-hatilah anda tidak bisa membuat web anda menjadi standard. Alasan W3C untuk tidak menggunakan <iframe> karena <iframe> mengambil halaman lain, dan jika halaman lain tersebut tidak standard, maka keseluruhan website akan menjadi kacau. Belum lagi kenyataan bahwa kebanyakan ponsel ataupun PDA tidak bisa menampilkan <iframe>. Karena W3C membuang <iframe>. Tetapi W3C berbaik hati, apabila anda tetap ingin menggunakan frames maka anda dapat menggunakan XHTML Frameset. Dimana anda perlu mengubah deklarasinya menjadi seperti ini:

XHTML 1.0 FRAMESET

<!DOCTYPE html
PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Frameset//EN" 
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-frameset.dtd">

Atribut yang tidak digunakan lagi

Ada banyak sekali atribut yang tidak digunakan lagi, dan saya akan membahas yang paling penting saja dan paling banyak digunakan. Yang pertama-tama adalah align, yang hanya boleh digunakan untuk mengatur table. bgcolor dan background juga sudah dibuang jauh-jauh oleh W3C serta pengguaan noshade pada <br>.

Yang terpenting dan paling menyebalkan adalah target pada tag <a>. Ya atribut target sudah tidak diijinkan lagi. Hal ini menyebabkan kita tidak bisa membuat link yang jik diklik aan memunculkan jendela baru target="_blank". Alasannya adalah, semua browser (hampir semua) sudah menggunakan model tab-tab didalam browsernya. Dan satu lagi alasan dari W3C adalah ponsel dan PDA anda tidak bisa memunculkan jendela browser baru. Karena itu atribut target sudah dibuang oleh W3C.

Struktur Dokumen

Dalam XHTML strict kita harus berhati-hati dalam menyusun dokumen HTML kita. Harus terstruktur dengan baik. Berikut ini adalah contoh yang salah:

<!DOCTYPE html
PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Strict//EN" 
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-strict.dtd">
<html>
<head>
<title>Judul Halaman Web</title>
</head>
<body>
Isi halaman Web<br />
<img src="images.jpg" width="100" height="100" alt="Gambarku" />
</body>
</html>

Penggunaan struktur seperti itu salah, anda harus meletakkan text dan images didalam <p> atau <div>. Jadi yang benar adalah seperti ini:

<!DOCTYPE html
PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Strict//EN" 
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-strict.dtd">
<html>
<head>
<title>Judul Halaman Web</title>
</head>
<body>
<p>Isi halaman Web<br />
<img src="images.jpg" width="100" height="100" alt="Gambarku" /><p/>
</body>
</html>
Sering-seringlah mencoba dan mengecek apakah website anda standard, dengan demikian lama kelamaan anda akan hapal bagaiman seharusnya menggunakan tag dan atribut yang benar.

Demikian pula untuk tag-tag lain seperti <input> dan <label> yang wajib anda letakkan didalam tag <p>. Karena itu didalam membuat website yang standard anda harus sering-sering mengecek apakah website anda standard menggunakan XHTML Validator

Sekilas mengenai XHTML 2.0

Ya, anda tidak salah baca, pada 2007 ini W3C telah menyesaikan draft / rancangan untuk XHTML 2.0. Banyak diprotes karena kodenya benar-benar berbeda dan memiliki malah kompatibilitas pada browser-browser terkini apalagi browser yang kuno. Beberapa hal yang baru pada XHTML 2.0 adalah:

  • Forms akan digantikan dengan XForms dan Frames akan digantikan XFrames
  • Ada tag HTML baru yaitu <nl> yang digunakan untuk membuat <ul> bertingkat.
  • Semua tag HTML berfungsi juga sebagai anchor / link. Jadi anda bisa membuat <strong href="main.html">Ini adalah link</strong>. Ini baru aneh :)
  • Semua tag HTML juga bisa diberi atribut src. Jadi anda bisa membuat kode sepert ini <p src="gambar.jpg" type="image/jpeg">London Bridge</p>. Semakin menarik kan?
  • alt atribut telah dihilangkan sebagai gantinya anda dapat meletakkannya diantara tag <img>. Contoh: <img src="gambar.jpg">Gambar <em>saya</em></img>.

Bagaimana? penasaran? sayangnya belum ada informasi kapan XHTML 2.0 akan menjadi standard. Sementara ini anda gunakan saja XHTML Strict, yang merupakan Standard terbaik saat ini.

4 Comments to “Perbedaan antara XHTML Transitional dan XHTML Strict”

  1. weh.. saya jg gak begitu ngerti perbedaannya nih..
    biasanya bikin aja yg penting udah mau nongol.. ya cukup..
    wkwkwkw…

    thanks infonya..

  2. Hahaha, aku dah bikin web bola karo bali full CSS+Ajax, malah gek ngerti bedane saiki. Wkwkwkwkwkw, like this!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: