Antusiasme Futsal yang Aneh

Tadi sore saya dan teman-teman kampus bersama-sama main Futsal di salah satu tempat di Kebumen (sebut merek dianggap Sponsor karena promosi :) ). Memang bukan hal yang luar biasa karena kami datang kesitu untuk bermain biasanya sebulan sekali karena lumayan jauh tempatnya dari kampus. Seperti biasa saya datang paling awal dan ada hal unik yang terjadi pada saat saya menunggu teman-teman saya datang.

Ada anak kecil yang nyelonong masuk ke dalam lapangan dan ngumpet di belakang gawang. Eh,… pengurus ada yang liat dan bilang sama temen yang laen “Tuh, ada anak-anak”. Maksudnya disuruh ngusir biar keluar dari situ. Ya,… memang nonton di dalam lapangan emang ga’ bener karena peraturannya ga’ boleh ada yang masuk lapangan selain pemain. Menurut saya ini adalah bukti antusiasme anak-anak yang perlu untuk di fasilitasi dan dikembangkan. Masih ingatkah kita akan mimpi berlaga di Piala Dunia?

Pembinaan yang dibuat secara instan hanya akan menguap sia-sia tanpa danya hasil yang maksimal. Pembinaan generasi muda harus sejak dini dan berkesinambungan tanpa harus takut “Ganti Mentri Ganti Aturan dan Program”. Mungkin bangsa kita masih mencari jati diri dalam proses pembinaan dalam berbagai bidang. Ujung-ujungnya pasti masalah dana lagi. Dana tak ada bukanlah akhir dari segalanya. Di Afrika anak-anak miskin dilatih main bola dan bahasa asing secara rutin untuk bisa main di Liga Eropa seperti Liga Inggris dan Perancis misalnya.

Mereka bermain demi hidup dan bukan cuma kesenangan belaka. Di Indonesia masih banyak yang bermain cuma sekedar senang-senang dan begitu main serius …eh…. supporter atau pemain biasanya bikin rusuh yang aneh-aneh. Seharusnya para pelaku dihukum berat biar kapok.

Wong maen saja harus bayar mahal and fasilitas ga’ memadai gimana mau berkembang dunia sepak bola Indonesia? Namun kalau kita melihat Brasil sebagai parameter yang notabene-nya banyak warga kurang mampunya masih suka bermain Street Football alias sepak bola jalanan. Disini maen bola di jalan bisa-bisa ketabrak kontainer.

Seringkali kita menyalahkan pemerintah sebagai kambing hitam dari segala keterpurukan yang di alami oleh Indonesia dalam berbagai aspek. Namu lebih bijak jika “Jangan menunggu pemerintah…Kelamaan !”. Harus ada pihak yang mau berkorban untuk memajukan Indonesia kita tercinta… Memangnya Pemerintah cuma mengurusi Olah Raga? (tentu tidak karena sudah dibagi-bagi pada pos-pos tertentu bagi para aparatnya)

Trus koq ga’ maju-maju juga? “Harus ada yang berkorban dan Jangan tunggu Pemerintah

Semoga Bermanfaat ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: